Scroll untuk baca artikel
NewsSumut

Budaya Gotong Royong Memudar, Ketua LPA Siantar Simalungun: Lingkungan Jadi Terbengkalai

18
×

Budaya Gotong Royong Memudar, Ketua LPA Siantar Simalungun: Lingkungan Jadi Terbengkalai

Sebarkan artikel ini
budaya gotong royong

Pematangsiantar, Domainrakyat.comBudaya gotong royong yang dahulu menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat kini mulai memudar. Fenomena ini terlihat jelas di Jalan Pamatang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar. Parit di kawasan tersebut dibiarkan tersumbat dan penuh sampah karena minimnya partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Siantar-Simalungun, Nita Damanik, menyesalkan kondisi ini saat ditemui di lokasi pada Kamis (29/05/2025). Menurutnya, meskipun sempat direncanakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan parit, kegiatan tersebut batal karena rendahnya keterlibatan masyarakat.

Kurangnya Kepedulian Warga terhadap lingkungan

Nita yang dikenal peduli terhadap kebersihan lingkungan sempat melakukan aksi nyata dengan membersihkan parit bersama beberapa warga secara swadaya. Namun, upaya itu tidak mendapat dukungan luas. Bahkan, ada warga yang menertawakan aksinya dan tidak memahami pentingnya keterlibatan dalam menjaga lingkungan bersama.

BACA JUGA:  Arena Sabung Ayam' di Gang Sejati Tuntungan Medan Masih Bebas Beroperasi, Warga Menduga Dibekingi Aparat

“Saya kecewa karena masih banyak warga yang merasa tidak perlu ikut serta. Mereka lebih memilih menunggu pemerintah turun tangan, padahal dampak lingkungan yang kotor akan dirasakan kita semua,” ujar Nita.

Ia menilai bahwa jika masyarakat dulu bisa bersatu untuk menggali parit demi kenyamanan bersama, maka membersihkannya seharusnya juga bisa dilakukan secara kolektif. Menyerahkan semua tanggung jawab kepada pemerintah menunjukkan sikap masa bodoh yang membahayakan kualitas hidup warga. Untuk itu, kata Nita, sikap bermasabodoh ini harus dihilangkan sehingga budaya gotong royong yang sejak dulu dijalankan bisa kembali hidup dan lestari.

BACA JUGA:  ‎Hj Risca Priba Ayu Terpilih Jadi Ketua PMI Lubuk Linggau ‎

Ajakan untuk Bergerak Bersama

Menurut Nita, perubahan pola pikir harus dimulai dari kesadaran individu. Tidak bisa selalu berharap kepada pemerintah. “Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan tempat tinggal, siapa lagi?” katanya.

Ia juga mengimbau pihak kecamatan agar lebih aktif mendorong kegiatan gotong royong melalui instruksi langsung kepada lurah dan perangkat kelurahan. Dengan kolaborasi yang baik, budaya saling membantu bisa kembali tumbuh.

“Jika semua pihak bergerak—dari camat, lurah, hingga warga—saya yakin budaya gotong royong bisa bangkit lagi. Yang terpenting, kita akan hidup di lingkungan yang bersih dan sehat,” tutupnya.

BACA JUGA:  Ormas GRIB dan Lembaga Media Kunjungi Kantor BKD Kota Bandar lampung Pertanyakan Lanjutan Penindakan Pungli

Laporan: S. Hadi Purba

error: Content is protected !!