Scroll untuk baca artikel
Timur Tengah

Warga Amerika Serikat Tewas Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat

7
×

Warga Amerika Serikat Tewas Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat

Sebarkan artikel ini
tewas diserang pemukim israel
Ilustrasi/Net

Ramallah – Seorang pria Palestina yang juga merupakan warga negara Amerika Serikat tewas diserang pemukim Israel dalam insiden kekerasan terbaru yang terjadi di Tepi Barat, wilayah yang terus memanas akibat konflik berkepanjangan antara warga Palestina dan pemukim Israel. Korban bernama Sayafollah Musallet, atau dikenal sebagai Saif, berusia 20 tahun, dilaporkan dipukuli hingga meninggal dunia di desa Sinjil, utara Ramallah, Jumat malam (11/7/2025).

Dilangsir dari Reuters, menurut pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Palestina, Musallet meninggal setelah mengalami penganiayaan berat oleh sekelompok pemukim Israel. Selain itu, seorang pria Palestina lainnya, Hussein Al-Shalabi (23), juga menjadi korban dalam insiden yang sama setelah ditembak di bagian dada. Kedua korban adalah warga sipil yang berada di lokasi saat ketegangan meningkat.

Keluarga Musallet, yang berasal dari Tampa, Florida, mengungkapkan kesedihan mendalam dan menyatakan bahwa petugas medis baru bisa mendekati korban tiga jam setelah kejadian. Musallet akhirnya meninggal dunia sebelum sempat tiba di rumah sakit.

“Kami menuntut Departemen Luar Negeri AS segera memimpin penyelidikan dan menuntut pertanggungjawaban dari para pemukim Israel atas tindakan kejam ini,” demikian pernyataan keluarga Musallet.

Pihak militer Israel menyatakan bahwa insiden tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Mereka mengklaim bahwa bentrokan bermula setelah adanya pelemparan batu dari warga Palestina yang menyebabkan beberapa pemukim terluka ringan. Pasukan keamanan Israel kemudian dikerahkan ke lokasi dan menggunakan senjata tidak mematikan untuk membubarkan massa.

Namun, laporan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia menunjukkan bahwa kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat telah meningkat secara signifikan sejak konflik Gaza pecah pada akhir 2023. Sejumlah warga Palestina dan warga negara asing menjadi korban, termasuk wartawan dan aktivis yang berstatus warga AS.

Pihak Departemen Luar Negeri AS mengaku telah mengetahui insiden ini namun menolak memberi komentar lebih lanjut demi menghormati privasi keluarga korban.

PBB sebelumnya telah menyatakan bahwa permukiman Israel di Tepi Barat merupakan pelanggaran hukum internasional dan harus dihentikan. Sementara itu, Israel menolak tuduhan ini dan terus mempertahankan kehadirannya dengan alasan sejarah dan keagamaan.

Insiden tewas diserang pemukim Israel yang menimpa warga AS seperti Sayafollah Musallet kembali memicu tekanan internasional terhadap Israel dan membuka kembali perdebatan mengenai legalitas permukiman di wilayah pendudukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *