Scroll untuk baca artikel
InternasionalPeristiwa

Media Asing Soroti Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Duka dan Amarah Publik Menggema

×

Media Asing Soroti Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Duka dan Amarah Publik Menggema

Sebarkan artikel ini
media asing soroti
Demonstran bentrok dengan polisi antihuru-hara di luar gedung DPR di Jakarta, pada 28 Agustus. (FOTO: BLOOMBERG)

JAKARTA – Media asing soroti tragedi memilukan yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta. Peristiwa tragis ini menyulut duka mendalam sekaligus kemarahan publik yang merasa keadilan harus ditegakkan.

The Straits Times, media ternama asal Singapura, menurunkan laporan dengan judul dramatis “Justice for Affan: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash”. Media tersebut menyoroti bagaimana duka bercampur amarah menyelimuti ibu kota. Dalam laporannya, The Straits Times menuliskan wawancara menyayat hati dengan ibunda Affan, Erlina, yang menangis pilu mengenang putranya.

“Dia tulang punggung keluarga kami, baru saja menyelesaikan pesanan makanan, dan hendak menjemput penumpang berikutnya. Saya ingin orang yang membunuh anak saya dihukum seberat-beratnya,” ujar Erlina penuh emosi. Perempuan berusia 41 tahun itu bahkan menyebut Affan tengah menabung untuk membeli tanah serta membangun rumah bagi keluarga di Lampung.

Tak hanya dari Singapura, kantor berita Reuters asal Inggris juga menyoroti tragedi ini. Dengan tajuk “Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration”, Reuters menggambarkan gelombang protes yang terus membesar. Mahasiswa berencana melanjutkan unjuk rasa di Mabes Polri, menuntut pertanggungjawaban atas jatuhnya korban jiwa.

Reuters juga menuliskan permintaan maaf Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, yang menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden ini. Namun, permintaan maaf tersebut belum cukup meredakan kemarahan masyarakat yang menilai kasus ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan kelalaian fatal yang harus diproses hukum.

Tragedi ini kini menjadi sorotan dunia. Publik menuntut transparansi, keadilan, serta penghentian tindakan represif aparat terhadap warga sipil. Kehilangan Affan bukan hanya duka bagi keluarganya, tetapi juga simbol keresahan banyak orang terhadap wajah demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!