Scroll untuk baca artikel
Berita

Anak 12 Tahun Melahirkan Viral di Cianjur, Fakta Terungkap Usai Klarifikasi Pembuat Video

169
×

Anak 12 Tahun Melahirkan Viral di Cianjur, Fakta Terungkap Usai Klarifikasi Pembuat Video

Sebarkan artikel ini
anak 12 tahun melahirkan
Tangkapan layar video permintaan maaf pemilik akun fb @indungbarudak (Istimewa)

CIANJURMedia sosial sempat diguncang oleh beredarnya video yang dinarasikan sebagai peristiwa anak 12 tahun melahirkan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tayangan tersebut viral dan memantik kejut sekaligus keprihatinan publik karena menampilkan gambaran yang dianggap sangat sensitif, menyentuh isu anak di bawah umur, kesehatan reproduksi, serta praktik pernikahan dini.

Video yang pertama kali diunggah melalui akun Facebook @indungbarudak itu dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang mengaku terkejut, marah, bahkan sedih melihat adegan yang dinilai memprihatinkan. Namun, dalam video tersebut tidak disertai penjelasan detail mengenai identitas anak, kronologi kejadian, maupun keterangan resmi dari pihak berwenang.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa video itu direkam di sebuah tempat praktik bidan di Kecamatan Naringgul, Cianjur. Ketidakjelasan konteks inilah yang kemudian memicu beragam spekulasi, asumsi liar, hingga kekhawatiran publik akan adanya kegagalan pengawasan terhadap perlindungan anak.

Baca Juga:

Narasi Persalinan Anak di Bawah Umur Ternyata Rekayasa

Setelah dilakukan penelusuran, fakta yang terungkap justru berbanding terbalik dengan narasi yang terlanjur menyebar luas. Video yang diklaim memperlihatkan peristiwa tersebut ternyata merupakan konten rekayasa dan tidak mencerminkan kejadian nyata. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh pembuat video yang muncul ke publik didampingi anggota kepolisian setempat.

Dalam video klarifikasi yang diunggah pada Selasa (3/2/2026), pembuat konten perempuan asal Cianjur itu secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa video tersebut dibuat semata-mata sebagai konten dan tidak merekam kejadian sesungguhnya.

“Video yang beredar itu hanya sekadar konten, tidak ada kejadian sebenarnya seperti yang dinarasikan,” ujarnya. Ia juga mengaku tidak memiliki niat untuk menyinggung pihak manapun atau menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Menurut penjelasan awal, tujuan pembuatan video tersebut adalah untuk mengedukasi remaja agar tidak melakukan perkawinan di bawah usia. Namun, alih-alih menyampaikan pesan edukatif, konten tersebut justru memicu polemik luas karena tidak disertai penjelasan maupun penanda bahwa video tersebut hanyalah simulasi.

Kasus anak 12 tahun melahirkan versi viral ini menjadi pelajaran penting bagi kreator konten dan pengguna media sosial. Isu anak, kesehatan, dan persalinan merupakan topik yang sangat sensitif dan tidak dapat dikemas sembarangan. Tanpa kejujuran, empati, dan tanggung jawab, konten yang diklaim edukatif dapat berubah menjadi hoaks yang meresahkan, bahkan berisiko menimbulkan konsekuensi hukum.

error: Content is protected !!