BANYUWANGI, DOMAIN RAKYAT. COM – Pemerintah pusat mulai mempersiapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek pendidikan tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 7 hektare di Kecamatan Muncar dan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan terpadu bagi ratusan siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Keberadaan gedung permanen ini menjadi langkah penting dalam pengembangan program Sekolah Rakyat di Banyuwangi. Selama ini, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di dua lokasi berbeda dengan memanfaatkan gedung sementara milik pemerintah.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi yang berada di Kecamatan Licin saat ini menempati gedung Diklat PNS Banyuwangi. Sekolah tersebut mulai beroperasi sejak Juni 2025 dan telah menampung 125 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Sementara itu, SRT 46 Banyuwangi di Kecamatan Muncar menggunakan gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar. Sekolah yang mulai berjalan pada September 2025 itu kini dihuni 73 siswa.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan tahapan awal pembangunan kini telah dimulai melalui proses pemerataan lahan.
“Alhamdulillah sudah dilakukan cut and fill,” ujar Mujiono, (13/05/26).
Menurutnya, setelah proses perataan tanah selesai, pembangunan akan dilanjutkan pada tahap konstruksi gedung utama beserta fasilitas penunjang lainnya.
Pemkab Banyuwangi menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut dapat rampung pada Juli 2026 agar langsung bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Nantinya, seluruh siswa dari SRT 2 Licin dan SRT 46 Muncar akan dipusatkan di kompleks baru di Kecamatan Muncar. Di kawasan itu akan dibangun ruang kelas untuk setiap jenjang pendidikan, aula, asrama siswa, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Tidak hanya menjadi tempat belajar, kawasan Sekolah Rakyat tersebut juga dirancang sebagai pusat pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa. Berbagai fasilitas seperti arena olahraga dan ruang aktivitas disiapkan guna mendukung bakat dan kemampuan peserta didik.
“Nanti bisa memfasilitasi bakat dan kemampuan para siswa Sekolah Rakyat,” tutur Mujiono.
Pembangunan gedung permanen ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih representatif, nyaman, dan terpadu di Banyuwangi.
(Indra).



Tinggalkan Balasan