Scroll untuk baca artikel
Berita UtamaNews

Sekretaris Desa Jojjolo Diduga Intimidasi Warganya dengan Ancaman “Kutamparko” saat Mediasi Warganya di Kantor Desa

13
×

Sekretaris Desa Jojjolo Diduga Intimidasi Warganya dengan Ancaman “Kutamparko” saat Mediasi Warganya di Kantor Desa

Sebarkan artikel ini

Bulukumba, Domainrakyat.com – Sekretaris Desa (Sekdes) Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan diduga telah melakukan intimidasi terhadap salah seorang warganya.

Sekdes Jojjolo yang bernama H. Hasyim itu melontarkan kata-kata kasar dan ancaman “kutamparko” kepada warganya saat Kepala Desa (Kades) Jojjolo dan Kepala Dusun (Kadus) Lajae tengah memediasi warganya yang terlibat persoalan utang-piutang di Kantor Desa Jojjolo.

Anni Aulia Rahma, warga yang terlibat persoalan utang-piutang sekaligus korban pengancaman oleh oknum sekdes tersebut menyampaikan; saat proses mediasi yang dihadiri Kades Jojjolo dan Kadus Lajae sedang berjalan, pelaku selalu saja ikut campur, bahkan cenderung memihak kepada salah satu pihak.

“Bahkan, dari awal mediasi, hanya dia (H. Hasyim) yang berbicara terus dan dia terus-menerus memojokkan saya,” ungkap Anni.

Anni yang merasa mendapat perlakuan tidak adil dan merasa kalau bukan ranah Sekdes untuk ikut campur persoalannya, ia kemudian meminta H. Hasyim untuk diam.

“Dia (H. Hasyim) terus yang bicara, jadi Saya kemudian bilang ‘bapak diam, saya tidak punya urusan dengan bapak, saya hanya punya urusan dengan pak Ali’,” bebernya.

Tak terima disuruh diam, H. Hasyim kemudian melontarkan kata-kata kasar terhadap Anni.

“Dia bilangi saya ‘Kutalappakka koe, kedde’ ku talappako’ (Kutampar kamu, seandainya kutampar kamu),” ungkapnya.

Anni menyampaikan, H. Hasyim tidak hanya mengancam, dia juga menantang agar dirinya dilaporkan ke polisi dan tidak takut meski telah melakukan pengancaman.

“Setelah mengatakan akan menampar saya, pak sekdes kemudian melangkah keluar dari ruangan Kades sambil berkata; ‘melapormako kuikutiko’ (melapor saja, saya ikuti kamu), dengan nada menantang,” ungkapnya.

Ibu dari 3 anak itu menyampaikan bahwa akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Dia segera akan melaporkan tindakan sekdes itu ke Polisi Sektor (Polsek) Bulukumpa.

Sementara itu, Kades Jojjolo Hj Marniati saat dikonfirmasi via telepon membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia tidak menyalahkan bawahannya. Dia mengatakan, Sekdesnya melakukan itu karena ada sebab-akibatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *