Bulukumba, domainrakyat.com – Kasus Sekdes Jojjolo H. Hasyim yang dilaporkan oleh warganya karena ucapan bernada ancaman beberapa waktu lalu berakhir damai.
Dimediasi Polsek Bulukumpa, Anni Aulia Rahma memutuskan untuk berdamai dan menerima permintaan maaf Sekdes Jojjolo karena H. Hasim telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tindakannya.
H. Hasyim di hadapan polisi dan para saksi, yakni; Kades Jojjolo, Kadus Lajae, salah seorang aparat desa, salah seorang warga desa menandatangani surat pernyataan damai.

H. Hasyim diminta oleh polisi membacakan surat pernyataan minta maaf. Momen itu juga disaksikan oleh salah seorang wartawan domainrakyat.com dan diabadikan dalam bentuk video.

“Saya (pihak pertama) meminta maaf kepada pihak kedua (Anni Aulia Rahma) atas ucapan kasar yang saya lontarkan dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya terhadap pihak pertama maupun kepada pihak lain,” ucap H. Hasyim saat membacakan surat penyataan tersebut.

Sementara itu, Firdaus, suami korban yang merupakan pemimpin redaksi salah satu media online ikut lega karena persoalan yang menimpa istrinya berakhir dengan damai. Namun, dia berharap perkara ini bisa menjadi pelajaran untuk para aparat desa.
“Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Jangan lagi ada aparat desa yang melontarkan kata-kata kasar kepada warga, apalagi sampai menantang hukum, seolah-olah dia kebal hukum,” ujarnya.
Firdaus juga menyinggung tentang pentingnya aparatur desa mengetahui tupoksi, kapasitas dan kewenangannya agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
“Perkara ini kan berawal dari seorang aparat desa yang memasuki area yang bukan ranahnya. Dia telah melampaui wewenangnya saat mediasi tempo hari. Kalau dia (sekdes Jojjolo) sadar posisinya dia pasti tidak akan ikut campur yang bukan wewenangnya,” pungkasnya.
“Untuk para aparat desa, agar kejadian serupa tak terjadi lagi, bertindaklah sesuai tupoksi, kapasitas dan kewenangan Anda! Jangan memasuki area yang bukan ranah Anda!” sambungnya.
Laporan: Ismail Saleh
Editor: Syahbandi





