Scroll untuk baca artikel
Berita Utama

Meriyati Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Simbol Kesetiaan dan Integritas Keluarga Polri

117
×

Meriyati Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Simbol Kesetiaan dan Integritas Keluarga Polri

Sebarkan artikel ini
meriyati hoegeng
Foto: Meri Hoegeng. (Herianto Batubara/detikcom)

Jakarta — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. meriyati hoegeng, istri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, mengembuskan napas terakhir pada usia 100 tahun. Sosok yang akrab disapa Eyang Meri ini wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2026) pukul 13.25 WIB. Kepergiannya menandai akhir perjalanan panjang seorang perempuan yang setia mendampingi figur legendaris penegak hukum Indonesia.

Jenazah Eyang Meri rencananya disemayamkan di rumah duka Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat. Sejak kabar wafatnya tersebar, ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, tokoh nasional, hingga institusi Polri yang mengenang keteladanan hidupnya.

Perjalanan Hidup Istri Jenderal Berintegritas

Baca Juga:

Lahir pada 23 Juni 1925, Eyang Meri merupakan putri dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Ia tumbuh dalam lintasan sejarah panjang bangsa, menyaksikan perubahan Indonesia dari masa kolonial hingga era modern. Pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta, ia menikah dengan Hoegeng Iman Santoso, sosok yang kelak dikenal luas sebagai Kapolri paling jujur dan berani dalam sejarah republik.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu. Dalam kehidupan keluarga, Eyang Meri dikenal sebagai pribadi sederhana, tegar, dan konsisten memegang nilai-nilai kejujuran yang sama dengan sang suami.

Doa Terakhir dan Jejak Keteladanan

Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-100, Eyang Meri sempat menyampaikan rasa syukur atas perhatian Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran. Dalam pesannya, ia mendoakan keselamatan dan kesehatan seluruh anggota Polri—sebuah pesan yang mencerminkan kasih, kepedulian, dan kebijaksanaan seorang ibu bangsa.

Kepergian meriyati hoegeng bukan sekadar berita duka, melainkan momen refleksi tentang nilai integritas, kesetiaan, dan kesederhanaan. Warisannya hidup dalam ingatan publik sebagai pendamping setia seorang jenderal yang tak tergoyahkan oleh kekuasaan. Indonesia kehilangan satu lagi saksi hidup sejarah, namun teladannya akan terus menyala.

error: Content is protected !!