Scroll untuk baca artikel
Berita Utama

Detik-Detik Truk Gandeng Oleng di Jalan Gajah Mada : Hindari Anak Menyeberang, Nyaris Picu Tragedi

×

Detik-Detik Truk Gandeng Oleng di Jalan Gajah Mada : Hindari Anak Menyeberang, Nyaris Picu Tragedi

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM

Kecelakaan Tunggal yang melibatkan Truk gandeng di Jalan Gajah Mada, selatan Simpang Penataban, Desa Penataban, Kecamatan Giri, Jumat (10/4/2026), menyisakan sejumlah fakta yang menarik ditelusuri lebih dalam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.20 WIB Dini hari awalnya tampak sebagai kecelakaan biasa. Namun, hasil penelusuran di lapangan mengungkap bahwa insiden ini dipicu situasi darurat yang terjadi secara tiba-tiba di tengah kondisi jalan yang relatif lengang.

Truk Mitsubishi bernopol P 8480-UW yang dikemudikan ES (43) melaju dari arah utara menuju selatan. Minimnya aktivitas lalu lintas pada jam tersebut justru membuat pengemudi melaju dengan ritme stabil tanpa hambatan berarti.

BACA JUGA:  Kapolda Jatim Satukan Aremania - Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan.

Namun, situasi berubah dalam hitungan detik. Berdasarkan keterangan saksi mata AS (24), seorang sopir asal Kalipuro, seorang anak secara mendadak menyeberang jalan tepat di jalur truk.

“Jaraknya sudah dekat, sopir langsung banting setir,” ungkapnya.

Manuver spontan ke arah kanan menjadi pilihan refleks untuk menghindari tabrakan. Akan tetapi, keputusan tersebut justru berujung fatal. Kendaraan kehilangan keseimbangan, menghantam pembatas jalan, dan akhirnya melintang menutup sebagian badan jalan.

Dari pantauan di lokasi, terlihat bekas benturan cukup keras pada pembatas jalan. Sementara bagian bawah truk mengalami kerusakan, termasuk pada sistem roda belakang yang tampak terangkat saat proses evakuasi menggunakan alat berat.

BACA JUGA:  Festival Durian Songgon 2026, Surga Pecinta Durian di Banyuwangi

Petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Banyuwangi yang datang ke lokasi segera melakukan pengamanan serta rekayasa lalu lintas. Proses evakuasi berlangsung cukup lama mengingat posisi kendaraan dan bobot truk yang besar.

Kanit Gakum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfian, menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihaknya menyoroti faktor reaksi spontan pengemudi sebagai pemicu utama kecelakaan.

“Pengemudi berupaya menghindari pejalan kaki. Namun, manuver mendadak pada kecepatan tertentu berisiko tinggi menyebabkan kendaraan hilang kendali,” jelasnya.

Peristiwa ini juga menyoroti minimnya pengawasan aktivitas pejalan kaki, khususnya anak-anak, di jalan utama pada jam-jam rawan. Selain itu, kondisi penerangan jalan serta kewaspadaan pengguna jalan menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA:  Warisan Mulia di Hari Jum’at : Sedekah sebagai Nafas Kehidupan dalam Perjalanan Nurmansyah, S.H., M.H.

Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa kecelakaan bisa terjadi dalam sekejap, bahkan saat kondisi jalan tampak aman.

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, baik sebagai pengemudi maupun pejalan kaki. Pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan jalan raya juga dinilai krusial guna mencegah insiden serupa terulang.

Kasus ini kini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Satlantas Polresta Banyuwangi untuk memastikan tidak ada faktor lain yang turut berkontribusi dalam kecelakaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *