Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

Viral Buah Kecapi di Menu MBG Tuai Polemik, Dokter Ungkap Fakta Gizi yang Terlewat

84
×

Viral Buah Kecapi di Menu MBG Tuai Polemik, Dokter Ungkap Fakta Gizi yang Terlewat

Sebarkan artikel ini
buah kecapi di menu mbg
Buah Kecapi (Foto/Net)

JAKARTA, Domainrakyat.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah kemunculan buah kecapi di menu MBG yang disajikan kepada balita dan anak-anak sekolah di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Video menu tersebut viral sejak Senin (19/1/2026) dan memicu gelombang protes dari masyarakat yang menilai pilihan buah itu tidak lazim, bahkan dianggap berisiko bagi anak-anak usia dini.

Kontroversi ini membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pengasinan angkat bicara. Kepala SPPG Bogor Gunung Sindur Pengasinan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaksesuaian menu yang disajikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh agar polemik serupa tidak kembali terjadi.

Buah Lokal dalam Program Gizi Anak

SPPG menjelaskan bahwa pemilihan buah kecapi bukan tanpa alasan. Buah tersebut dimaksudkan sebagai upaya edukasi pangan lokal kepada para penerima manfaat MBG. Namun, rendahnya tingkat familiaritas masyarakat terhadap buah ini justru berujung pada penolakan dan kekhawatiran.

Reaksi publik menunjukkan bahwa keberhasilan program gizi tidak hanya ditentukan oleh kandungan nutrisi, tetapi juga oleh penerimaan sosial, kebiasaan makan, serta persepsi orang tua terhadap keamanan pangan anak.

Penjelasan Ahli Gizi: Aman dan Bernilai Nutrisi

Menanggapi polemik ini, dokter sekaligus ahli gizi masyarakat dr Tan Shot Yen menegaskan bahwa dari sisi ilmiah, buah kecapi tidak bermasalah untuk dikonsumsi anak-anak. Menurutnya, buah ini mengandung antioksidan, vitamin C, dan mineral yang berperan dalam meningkatkan imunitas, sama seperti buah-buahan lain.

“Secara gizi bisa. Masalahnya bukan pada kandungan nutrisinya, tapi pada ketidakterbiasaan,” ujar dr Tan, Kamis (22/1/2026).

Ia menekankan bahwa edukasi menjadi kunci penting. Tanpa pengenalan yang tepat, pangan lokal yang bernilai gizi baik akan terus dipandang asing dan ditolak oleh masyarakat.

Fakta Ilmiah Buah Kecapi

Secara ilmiah, kecapi atau santol (Sandoricum koetjape) telah lama dikenal di Asia Tenggara. Berbagai penelitian mencatat kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, limonoid, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Salah satu senyawa pentingnya, koetjapic acid, bahkan diteliti memiliki potensi antiinflamasi dan antikanker.

Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa biji kecapi bersifat toksik dan tidak boleh dikonsumsi. Artinya, buah ini aman sepanjang disajikan dengan cara yang benar dan sesuai standar keamanan pangan anak.

Pelajaran dari Polemik MBG

Kontroversi buah kecapi di menu mbg menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara program. dr Tan menegaskan bahwa penyusunan menu MBG harus mempertimbangkan aspek gizi, kebiasaan makan anak, tekstur, rasa, serta strategi edukasi kepada orang tua dan penerima manfaat.

“Gizi tidak berdiri sendiri. Penerimaan anak sama pentingnya dengan kandungan nutrisi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *