Scroll untuk baca artikel
Berita

Viral Video AI Ungkap Biaya Ratusan Juta Masuk Tentara, Publik Terbelah

76
×

Viral Video AI Ungkap Biaya Ratusan Juta Masuk Tentara, Publik Terbelah

Sebarkan artikel ini
viral video ai
Tangkapan layar video AI Kezia Syifa

JAKARTA, Domainrakyat.com – Jagat media sosial kembali diguncang viral video AI yang memantik perdebatan tajam di ruang publik. Video tersebut menampilkan sosok perempuan bernama Kezia Syifa, seorang Warga Negara Indonesia (WNI), yang digambarkan bergabung dengan Army National Guard Amerika Serikat. Namun yang paling menyita perhatian bukan hanya pilihan karier militernya, melainkan pernyataan kontroversial yang dinarasikan dalam video tersebut.

Dalam tayangan yang beredar luas di Instagram, sosok Kezia—yang belakangan diketahui merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan—menyebut bahwa untuk menjadi tentara di Indonesia diperlukan biaya hingga ratusan juta rupiah. Pernyataan itu sontak menyulut reaksi beragam dari warganet, mulai dari kemarahan, keraguan, hingga tuntutan klarifikasi.

“Jadi tentara di Indonesia itu sulit, guys. Harus keluarin duit ratusan juta,” ujar sosok Kezia dalam video tersebut, seperti diunggah akun @abid.4992 pada Kamis (22/1). Ia juga menyebut alasan lain memilih militer AS adalah penghasilan dan jenjang karier yang dinilai lebih menjanjikan.

Narasi AI dan Bahaya Disinformasi Digital

Meski tampil meyakinkan secara visual dan audio, video tersebut belakangan disadari sebagai konten buatan AI. Tidak ada pernyataan resmi dari Kezia Syifa yang membenarkan isi narasi dalam video tersebut. Fakta ini menegaskan betapa teknologi kecerdasan buatan kini mampu menciptakan ilusi realitas yang berpotensi menyesatkan publik.

Para pengamat menilai, kemunculan video semacam ini menjadi alarm keras akan bahaya disinformasi di era digital. Ketika teknologi mampu meniru wajah, suara, dan ekspresi manusia secara nyaris sempurna, publik dituntut lebih kritis sebelum mempercayai sebuah konten.

Klarifikasi dan Fakta yang Perlu Diluruskan

Hingga kini, tidak ada bukti valid yang menguatkan klaim bahwa masuk tentara di Indonesia harus membayar ratusan juta rupiah. Secara resmi, proses rekrutmen TNI dinyatakan gratis dan dilakukan melalui mekanisme seleksi berlapis. Tuduhan praktik pungutan liar kerap dibantah oleh institusi terkait, meski isu tersebut sesekali mencuat dalam bentuk rumor atau kasus oknum.

Di sisi lain, video emosional yang menampilkan seorang ibu melepas kepergian putrinya—yang ternyata bernama Kezia Syita—memang benar adanya. Perempuan muda berhijab itu terlihat mengenakan seragam militer AS dan berpamitan dengan keluarga. Namun, video tersebut tidak memuat pernyataan soal biaya masuk tentara Indonesia seperti yang dinarasikan dalam konten AI.

Publik Diminta Lebih Kritis

Kasus viral video ai ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial. Pemerhati literasi digital mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan memilah fakta dan opini.

Di tengah derasnya arus konten buatan AI, kehati-hatian publik menjadi benteng terakhir agar ruang digital tidak dikuasai narasi menyesatkan yang dapat merusak kepercayaan dan memicu polemik berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *