Scroll untuk baca artikel
Berita

Seorang Pria Asal Muna Barat Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Bahteramas Kendari

124
×

Seorang Pria Asal Muna Barat Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Bahteramas Kendari

Sebarkan artikel ini
tewas di bawah jembatan
Seorang Pria Asal Muna Barat Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Bahteramas Kendari (Foto/Ist)

KENDARI – Seorang warga ditemukan tewas di bawah Jembatan Bahteramas Kota Kendari dalam keadaan mengapung, Selasa (3/2/2026) siang. Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar dan memunculkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Korban diketahui bernama Lasihadi (55), warga Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi telungkup, mengenakan kaos hitam, mengapung perlahan mengikuti arus laut di bawah jembatan yang menjadi ikon penghubung kawasan Teluk Kendari tersebut.

Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Teluk Kendari

Baca Juga:

Kapolsek Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Kendari, AKP La Ode Hasmi Hamzah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 13.50 Wita oleh seorang saksi bernama Irfan (28), yang saat itu tengah duduk di tepi laut sambil menunggu rekannya datang menggunakan kapal cepat.

“Saksi melihat sesosok tubuh laki-laki mengapung dalam posisi telungkup di bawah jembatan,” ungkap Hasmi saat dikonfirmasi. Merasa curiga, Irfan kemudian memanggil warga lain bernama Miki (33) untuk memastikan kondisi korban.

Miki turun langsung ke laut dan mendapati korban sudah tidak bergerak. Temuan itu segera dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Tak berselang lama, aparat KP3 Kendari tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal.

Dugaan Terjatuh, Keluarga Tolak Autopsi

Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan korban terjatuh ke laut secara tidak sengaja. Namun, hingga kini, penyebab  peristiwa naas tersebut belum dapat dipastikan secara medis. Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.

Anak korban berinisial IW (29) datang ke lokasi bersama suaminya tak lama setelah penemuan jenazah. Keluarga meminta agar jasad almarhum segera dibawa ke rumah duka di Kecamatan Mandonga.

Menurut keterangan keluarga, almarhum diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa. Informasi tersebut turut menjadi pertimbangan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan keselamatan di area publik, khususnya di sekitar perairan dan jembatan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

error: Content is protected !!