Banyuasin,domainrakyat.com – Hari Raya Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 menandai masuknya Tahun Kuda Api (Fire Horse) dalam kalender Tionghoa. Perayaan tahun baru ini disambut penuh khidmat oleh umat, dengan ribuan warga memadati sejumlah vihara untuk melaksanakan doa dan sembahyang malam pergantian tahun.
Suasana sakral dan penuh harapan terlihat di berbagai rumah ibadah, salah satunya di Vihara Pe Leng Keng (Terbang Sakti) yang berada di Kecamatan Talang Kelapa KM 16, Kabupaten Banyuasin. Sejak sore hingga malam hari, umat datang silih berganti untuk menyalakan lilin, membakar hio, serta memanjatkan doa demi kesehatan, keselamatan, dan rezeki di tahun yang baru.
“Walau datang silih berganti, umat tetap tertib dan khusyuk dalam menjalankan sembahyang,” ungkap Hendra di sela-sela kegiatan ibadah.
Alex, salah satu jemaat Klenteng Pe Lengkeng Terbang Sakti, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini terasa lebih menenangkan dan penuh makna.
“Walaupun dilakukan dengan sederhana, yang terpenting adalah makna dan doa yang kami panjatkan. Imlek menjadi momen untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan dan berharap di tahun ini kehidupan menjadi lebih baik, penuh kedamaian dan kesehatan,” ujar Alex.
Ia juga berharap semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Banyuasin terus terjaga, sehingga perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan damai.
Perayaan Imlek tahun ini juga menjadi simbol semangat baru yang diyakini dibawa oleh Tahun Kuda Api—melambangkan energi, keberanian, dan kerja keras. Umat berharap tahun ini membawa perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Tokoh masyarakat serta perwakilan pemerintah daerah turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Imlek kepada seluruh umat yang merayakan. Mereka menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Imlek kembali menjadi momentum mempererat harmoni antarumat beragama, khususnya di Kabupaten Banyuasin. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana damai dan saling menghormati diharapkan terus terpelihara, sehingga semangat persaudaraan dan persatuan tetap kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Andre)






