Berita

Ratusan Industri Genteng di Pringsewu Terancam Tutup, Kapolres Ambil Langkah Diskresi Bantu Pengrajin

PRINGSEWU, DOMAINRAKYAT.COM – Sekitar 300 industri rumahan (home industry) genteng di Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, terancam berhenti beroperasi akibat kesulitan memperoleh bahan baku tanah lempung.
Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, mengambil langkah diskresi kepolisian untuk membantu para pengrajin agar tetap dapat berproduksi.
Langkah itu disampaikan saat Kapolres bersama Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, Suherman, meninjau langsung sentra industri genteng di Pekon Banyuwangi, Rabu (1/4/2026). Kunjungan tersebut juga berkaitan dengan dukungan terhadap program gentengisasi yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung proses produksi genteng, mulai dari pengolahan bahan baku, pencetakan, hingga pembakaran. Selain itu, mereka juga berdialog dengan para pelaku usaha dan pekerja untuk menyerap aspirasi serta mengetahui kendala di lapangan.
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan bahwa kendala utama yang dihadapi pengrajin adalah keterbatasan akses terhadap tanah lempung sebagai bahan baku utama.
“Untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat, kami mengambil langkah diskresi terhadap aturan yang tidak bersifat prinsipil, sehingga pengrajin dapat memperoleh bahan baku,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan dan diharapkan dapat menjaga keberlangsungan industri, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, industri genteng di wilayah tersebut menyerap ribuan tenaga kerja. Jika produksi terhenti, hal itu berpotensi meningkatkan angka pengangguran serta menimbulkan dampak sosial lainnya.
“Ketika aktivitas produksi berhenti, dikhawatirkan akan muncul permasalahan sosial. Oleh karena itu, keberlangsungan usaha ini perlu dijaga,” katanya.
Ke depan, pihak kepolisian berencana meninjau sentra industri genteng lainnya di Kabupaten Pringsewu guna melihat kemungkinan penerapan langkah serupa.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, Suherman, menilai industri genteng di Pekon Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ia mengapresiasi langkah Kapolres yang turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat.
“Jika usaha kecil dan menengah ini dapat berjalan optimal, maka stabilitas ekonomi daerah dapat tetap terjaga,” ujarnya.
Salah satu pengrajin genteng, Miswanto, menyebutkan bahwa sekitar 300 unit usaha bergantung pada ketersediaan bahan baku tanah lempung.
“Kami berharap ada solusi berkelanjutan terkait bahan baku, karena usaha ini menjadi sumber penghidupan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan bahan baku saat ini sangat berdampak pada kondisi ekonomi para pengrajin.
“Kami menggantungkan hidup dari produksi genteng. Jika bahan baku sulit diperoleh, kami juga kesulitan bertahan,” ujarnya.
Exit mobile version