Scroll untuk baca artikel
BolaInternasional

FIFA Banned Spanyol: Ketegangan Politik Gibraltar Bikin La Roja Dilarang Bertanding!

6
×

FIFA Banned Spanyol: Ketegangan Politik Gibraltar Bikin La Roja Dilarang Bertanding!

Sebarkan artikel ini

Domainrakyat.comFIFA banned Spanyol dari menghadapi satu negara anggota UEFA akibat ketegangan politik yang belum terselesaikan. Larangan ini menegaskan bahwa urusan politik dan kedaulatan wilayah masih bisa membayangi dunia sepak bola, bahkan bagi tim sekelas juara Eropa tiga kali itu.

Spanyol, salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola modern, tidak diizinkan bermain melawan Gibraltar, wilayah seberang laut Britania yang terletak di ujung selatan Semenanjung Iberia. Keputusan FIFA dan UEFA ini sudah berlaku sejak Gibraltar menjadi anggota penuh UEFA pada Mei 2013.

Meski telah menghadapi hampir seluruh negara Eropa dalam turnamen besar, La Roja belum pernah sekalipun bertemu Gibraltar, baik di laga persahabatan maupun kualifikasi resmi. Alasannya bukan karena alasan teknis, tetapi karena tuntutan politik. Pemerintah Spanyol masih mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut dan menolak mengakui Gibraltar sebagai entitas terpisah.

Kementerian Luar Negeri Spanyol bahkan menegaskan bahwa “pendudukan Inggris atas Gibraltar tidak sah secara hukum internasional” dan menuntut pengembalian wilayah itu secara tanpa syarat. Sikap inilah yang kemudian membuat UEFA memutuskan untuk memisahkan kedua tim dalam setiap pengundian turnamen resmi, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026.

UEFA menempatkan Spanyol vs Gibraltar dalam daftar empat laga terlarang, bersama dengan Ukraina vs Belarus, Kosovo vs Bosnia-Herzegovina, dan Kosovo vs Serbia. Ketegangan politik juga memuncak usai kemenangan Spanyol di Euro 2024, ketika dua pemain bintang — Rodri dan Álvaro Morata — meneriakkan “Gibraltar is Spanish” dalam perayaan.

Atas tindakan itu, UEFA menjatuhkan sanksi larangan satu pertandingan kepada keduanya karena dianggap melanggar prinsip etika dan menggunakan ajang olahraga untuk ekspresi politik. Asosiasi Sepak Bola Gibraltar menyebut selebrasi tersebut sebagai “provokatif dan menghina”, menilai Spanyol telah mencampuradukkan olahraga dengan isu kedaulatan.

Ketegangan antara Spanyol dan Gibraltar telah berlangsung selama berabad-abad. Gibraltar menjadi koloni Inggris sejak 1713 berdasarkan Perjanjian Utrecht, namun Spanyol terus menuntut pengembalian wilayah itu. Konflik kedaulatan ini kini menjalar ke dunia olahraga, menciptakan batas tak kasat mata di lapangan hijau Eropa.

Masyarakat sepak bola Eropa berharap FIFA dan UEFA bisa tetap menjaga netralitas olahraga dari pengaruh politik. Namun kasus FIFA banned Spanyol menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan — ia juga cermin geopolitik yang kompleks. Bagi rakyat Spanyol dan Gibraltar, harapan agar sepak bola bisa menjadi jembatan, bukan tembok pemisah, masih tetap hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *