BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Kembali terjadi kekerasan di dalam dunia pendidikan, kali ini di duga di lakukan oleh salah satu guru Bimbingan Konseling (BK), yang ada di sekolah menengah pertama negeri SMPN 1 Gambiran, kec. Gambiran, kab. Banyuwangi. Pada hari Rabo 30/10/2024.


Dengan isak tangis, seorang anak dengan inisial PD, siswi SMPN 1 Gambiran, kelas sembilan (9) c, membeberkan alasan yang membuat dirinya menangis, karena adanya rasa sakit dipunggungnya
Murid tersebut oleh guru di berikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) dengan waktu satu Minggu harus selesai. namun pada hari itu juga guru yang lain inisial SP meminta pekerjaan di kumpulkan,
Karena murid inisial PD, belum sempat mengerjakan akhirnya guru tersebut langsung memukul dengan sebatang kayu tepat di punggungnya.
Sesampai dirumah badan si PD anak tersebut meriang dan langsung di pijet oleh neneknya .
“Saya tidak mengerjakan tugas PAI (Pendidikan Agama Islam), namun tiba tiba SP (Nama Samaran) datang, menanyakan tentang mengerjakan tugas lalu dia memukul punggung saya dengan sebatang kayu”, sebutnya PD sambil menangis, saat di temui di rumah saudaranya.
Beda lagi dengan neneknya yang marah marah saat melihat cucunya menangis ke sakitan saat di punggung belakangnya, “Kulo mboten nate mukul sampek kados ngoten dek, kulo mboten terimo cucu kulo di ngotenaken ,”(Artinya Saya tidak pernah mukul sampai seperti itu dek, saya tidak terima cucu saya di begitu kan), sebut neneknya dengan penuh amarah (01/11/2024).

Saat di konfirmasi pihak guru BK yang harusnya sangat menguasai di bidang Kesiswaan dan Psikologi anak ini tidak memberikan jawaban, malah terkesan mengindahkan
Guru yang harusnya bisa memberikan solusi-solusi terkait permasalahan siswa, malah memberikan suatu tekanan yang berakibat luka fisik dan mental pada siswa
Sudarman, S.Pd., M.Si sendiri selaku kepala Sekolah dari SMPN 1 Gambiran ini, tak luput dari penelusuran temen-temen media, yang sempat memberikan jawaban ” Ok mas, saya koordinasikan dulu sama guru yang bersangkutan” ucapnya
Dan untuk mengklarifikasi masalah ini, Kepala Sekolah (Darman) mau pergi kerumah korban (Pd) ,”tegasnya
Memang sangat di sayangkan dengan adanya ke jadian ini bisa membawa kerusakan citra dari SMPN 1 GAMBIRAN yang selama ini menyandang sekolah yang bebas biasa (GRATIS), namun di dalamnya masih terjadi dugaan dugaan penganiayaan siswa akhirnya anaknya menjadi Trauma yang mendalam dan gak mau masuk sekolah lagi.
(Tim/red)