Hukum & Kriminal

Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, APH Diminta Usut Proyek Irigasi di Jalan Mawar Kecamatan Giri

BANYUWANGI, DOMAINRAKUAT.COM –

Sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamat Aset Negara (GAKORPAN) Kabupaten Banyuwangi, Agus meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera memeriksa kontraktor pelaksana proyek dijalan Mawar desa Boyolangu, kec. Giri Banyuwangi.

Hasil investigasi di lapangan yang dilakukan Agus menunjukkan kondisi bangunan tersebut sudah rusak meskipun baru selesai dikerjakan pada Desember 2024 oleh CV. BANTERANG JAYA.

“Kerusakan jaringan irigasi tersier ini sangat prematur. Berdasarkan SPK yang dimulai Desember 2024 dengan durasi pekerjaan 30 hari, proyek ini selesai. Namun, sekarang baru tiga (3) bulan, kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Agus, Sabtu (15/02/25)

Agus menyebutkan kerusakan irigasi tersebut disebabkan kualitas pengerjaan yang diduga asal-asalan. Permukaan sudah pecah dan retak serta materialnya mudah hancur karena campuran semen yang tidak sesuai standar.

Ia menyesalkan, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 184.754.000 dari APBD Banyuwangi itu terkesan dikerjakan tanpa pengawasan ketat. Untuk itu, ia mendesak Tipikor Polresta Banyuwangi dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi segera mengusut dugaan penyimpangan ini.

“Jika dibiarkan, kontraktor akan terus mengerjakan proyek secara semena-mena. Ini tidak boleh terjadi, mengingat anggaran yang digunakan adalah uang rakyat,” tegas Agus

Selain itu, Agus menegaskan komitmennya untuk terus memantau proyek-proyek yang dikerjakan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor (CV) mengatakan bahwa gak papa karena itu masih masa pemeliharaan dan di servis dan pihak CV terkesan Menantang dan benar,”pungkas Agus

Dan pihak dinas pertanian pun belum memberikan tanggapan  atas dugaan proyek tersebut!!!.

(Tim)

Exit mobile version