BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT –
Salah satu atlet Banyuwangi, cabang olah raga Arung Jeram LR (21), mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya masuk di ruang ICU Al Huda, salah satu rumah sakit di wilayah kec. Gambiran Banyuwangi. Sabtu (15/03/2025)
Hasil dari pantauan media DOMAINRAKYAT.COM, LR berdomisili di desa Sarongan, kecamatan Pesanggaran, tepatnya di rt. 02, rw. 02, namun LR hingga pulang dari rumah sakit tidak ada satupun dari pihak pelatih ataupun pihak pihak terkait datang untuk mengecek kondisi yang di alami LR.

Hal tersebut di benarkan oleh SW selaku orang tua korban yang menyebutkan jika anaknya tidak pernah di tengok oleh teman maupun pelatih, atau pihak pihak pengurus persiapan kompetisi PORPROV IX MALANG, JAWA TIMUR
“Mulai saya datang tidak ada satupun mas dari teman, pelatih maupun pengurus CABOR yang datang untuk melihat kondisi anak saya” sebut SW saat di konfirmasi via telpon seluler (HP)
Kondisi yang di alami LR harusnya menjadi tanggung jawab DISPORA, KONI melalui CABOR yang setiap waktu mengetahui, mengecek segala persiapan, baik fisik, non fisik maupun kondisi keselamatan para atlet yang akan di ikut sertakan dalam ajang kompetisi olah raga tingkat provinsi tersebut
Berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh ketua KONI Banyuwangi Khoirullah, setiap atlet sudah di bekali BPJS untuk antisipasi apabila terjadi hal hal yang tidak di inginkan, yang di fasilitasi oleh DISPORA, melalui CABOR, agar dapat segera melakukan tindakan kesehatan pada atlet apabila terjadi insiden kecelakaan saat latihan maupun event

“Waalaikumsalam wr wb…ijin mas menyampaikan bahwa Kami sdh menghimbau berdasarkan surat kepada seluruh Cabor untuk mendaftarkan atletnya ke BPJS Ketagakerjaan yg bertujuan saat latihan maupun event apapun manakala terjadi kecelakaan pada atlet saat bertandaing sdh memiliki jaminan bagi Atlet maupun pelatih.” Tegas Khoirullah (15/03/25).
Namun Khoirullah sangat menyayangkan saat di beri tahukan jika BPJS yang di miliki oleh korban telah mati dan tidak bisa di pakai untuk pengurusan korban saat di rumah sakit “Ijin BPJS mati mungkin bulanannya blm di bayakan” sebutnya, “pembayaran BPJS urusan ketua CABOR mas” imbuhnya saat di konfirmasi via whatsapp.

Kondisi yang di alami oleh LR, hendaknya menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah Banyuwangi, namun kali ini pihak pemerintah dalam hal ini DISPORA, KONI, CABOR, di bawah pengawasan FAJI, di duga malah tidak memberikan perhatian sama sekali
Hingga pihak kluarga mengurus BPJS mandiri untuk bisa menyelesaikan semua biaya di tanggungkan pihak rumah sakit
Namun hingga DOMAONRAKYAT.COM menayangkan berita ini, masih belum ada tanggapan dari pihak yang terkait
(Tim)