BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Menanggapi Pernyataan Michael Hariyanto selaku Pimpinan DPRD dan Ketua Demokrat DPC Banyuwangi yang sudah Viral… Hal ini Michael Hariyanto terkesan menyalahgunakan Kewenangan dan kekuasaan memerintahkan Fraksi Demokrat dan memerintahkan 10.000 Pengurus demokrat serta diduga melindungi kesalahan bejat jahat pelaku tambang galian C yang tidak melakukan kewajibannya sisa tambang tidak direklamasi yang sudah menelan dua orang meninggal dunia disana sesuai berita yang sudah Viral, Michael Hariyanto menyalahgunakan kekuasaannya sebagai Pimpinan DPRD dan Ketua Demokrat Banyuwangi dengan cara meminta Kapolresta Banyuwangi yang bukan anak buahnya. Selasa (15/04/25).

RA berkata emangnya Kapolresta Banyuwangi itu siapa? Kapolresta Banyuwangi itu pangkatnya Kombespol lo ya tidak sembarang orang… tegasnya. dan RA sangat yakin bahwa Kapolresta banyuwangi profesional dalam melakukan tindakan,,
Justru perintah Michael Hariyono mengatasnamakan pimpinan DPRD dan mengatasnamakan Sebagai Ketua Demokrat Banyuwangi menyalahgunakan kewenangan dan memicu persoalan baru yang bisa menimbulkan konflik secara luas… bahkan kalau melihat Video yang dibuat oleh yang mengaku pengurus Demokrat Banyuwangi sangat membahayakan demokrasi dan membahayakan seseorang jika ingin mengungkapkan kebenaran ke depannya dan bahkan bisa jadi akan terjadi kekerasan Fisik, (pemukulan atau pembunuhan yang direncanakan) diakui oleh Michael Hariyanto Videonya yang sudah Viral bahwa sudah ada orang yang akan mau menghabisi cuma Michael Hariyanto tidak mengizinkan, artinya dia sudah tau dan sudah ada seseorang yang mau menghabisi dan meminta izin padanya untuk menghabisi orang-orang yang tergabung di IWB dan Pasopati hal ini saat serius membahayakan jiwa seseorang sangat di sayangkan jika pengakuan ini dibiarkan karena menyangkut keselamatan dan nyawa seseorang, karena negara ini negara hukum bukan negara preman, hal ini jika dibiarkan dan di anggap biasa akan menimpa ke setiap orang siapa saja jika ada seseorang yang beda pendapat mau dihabisi, seseorang yang memberitakan fakta kebenaran tapi karena tidak sependapat dengan ketuanya atau orang terdekatnya mau dihabisi, karena ketuanya merasa di kritik mau dihabisi, lalu Michael Hariyanto karena ketua partai dan pimpinan DPRD yang meminta izin mau menghabisi orang terdekatnya atau orang yang sudah diketahui dibiarkan bigitu saja, padahal kita ketahui bersama bahwa ancaman menghabisi jiwa orang itu perbuatan Pidana.
Mestinya Michael Hariyanto sebagai Pimpinan DPRD dan Ketua Demokrat Banyuwangi memerintahkan Fraksi Demokrat dan 10.000. pengurus Demokrat Banyuwangi untuk mencari tau siapa pelaku bejat kejahatan tambang galian C yang tidak melakukan Rekalamsi yang sudah menelan nyawa manusia itu, lalu juga perintahkan Fraksi Demokrat dan 10.000. pengurusnya Demokrat itu untuk melaporkan ke dia dan langsung ngawal laporan ke Polresta banyuwangi itu yang seharusnya dikasik bonus, bukan kayak sekarang ini yang terkesan adu domba orang yang tidak tau persoalan yang sebenarnya yang akhirnya Ancam mengancam IWB dan Pasopati di ancam, ingat ancaman itu perbuatan Pidana lo ya apa lagi nanti sampai terjadi misal pemukulan, kekerasan lainnya atau pembunuhan, dan jika orang yang mendapatkan perintah dan iming-iming mau bonus uang bisa jadi melakukan kekerasan dengan segala cara, siang dan malam melalui jarak dekat atau jarak jauh, apa lagi misal orang yang diperintah memang ada kebutuhan uang inilah yang saya bilang sangat berbahaya membahayakan jiwa seseorang…
Michael Hariyanto mengaku di perintah mas Ketum AHY dalam persoalan ini pertanyaannya dari dua akun medsos IWB dan Pasopati itu yang menjelek-jelekkan Demokrat sampai- sampai Ketum AHY turun tangan itu yang mana? Hal ini juga harus di luruskan soalnya ini sudah menjadi Perintah Mas Ketum AHY sesuai pengakuan Michael Hariyanto Kalau memang unggahan tik-tok IWA dan Pasopati tidak benar dan tidak sesuai Fakta laporkan saja ke Polisi UU ITE gampang to, ungkap RA…
RA Memohon jika Perintah itu benar bahwa Mas AHY perintahkan Michael Hariyanto ketua Demokrat Banyuwangi untuk mempersoalkan unggahan tiktok IWB dan Pasopati berkaitan dengan Gubangan besar bekas tambang galian C yang sampai saat ini tidak direklamasi yang juga telah menyebabkan menghilangnya nyawa manusia kiranya harus dikaji kembali dan berharap Mas Ketum AHY perintahkan lagi khusus Tim Kader Demokrat Provinsi Jatim dan atau Pengurus Demokrat Pusat untuk melakukan cek lokasi langsung apakah yang disampaikan Akun Tiktok IWB dan Pasopati itu benar ada atau tidak?
RA juga Memohon Mas Ketum AHY melakukan Kajian UU ITE bersama pengurus Demokrat pusat dibidang Hukum apakah yang disampaikan IWB dan Pasopati telah mencoreng nama baik Demokrat atau tidak? Apakah yang disampaikan pengurus Demokrat banyuwangi sudah sesuai dengan tujuan berdirinya Partai Demokrat yang tercinta atau tidak? Apakah dibenarkan seorang pengurus partai Demokrat mengancam-ngancam terhadap masyarakat umum yang masih belum tentu bersalah? Semoga berita ini dibaca langsung oleh Mas Ketum AHY dan Pengurus DPP Demokrat agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak membahayakan masyarakat Banyuwangi Jawa timur

Karena persoalan ini sudah menjadi Konflik ada pro dan kontra, ada ancam mengancam yang bisa menjadi tindakan pidana jika dibiarkan, hal ini berawal karena ada sebuah perintah…
Untuk Michael Hariyanto Terkait pemberitaan Abdullah Azwar Anas mantan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fietiandani Bupati Banyuwangi dan Mujiono Sekda Banyuwangi diduga telah membuat surat keterangan palsu adalah fakta hukum yang saat ini sedang dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi yang dilakukan gugatan oleh Ketua Forsuba Drs. Abdillah, Dimana sudah viral atas surat yang diduga palsu tersebut ada beberapa warga pakel dan sekitarnya bahkan Ketua Forsuba dinyatakan melanggar hukum memasuki dan membantu menyelesaikan masalah pertanahan di pakel kenapa anda diam dan tidak mengawal persoalan ini? ada dugaan penyerobotan tanah negara kurang lebih 1000 hektar yang berlindung di surat palsu itu, ayo kawal kalau mau memperjuangan kebenaran melalui putusan pengadilan,
Jika nama-nama itu ( Abdullah Azwar Anas, Ipuk Fiestiandani dan Mujiono merasa nama baiknya dicemarkan suruh saja mereka melaporkan jalur Hukum, lagian mereka juga kayaknya melihat tiktok IWB dan Pasopati lalu kepentingan Michael Hariyanto melindungi apa ya? Mestinya kalau tidak tau ya di klarifikasi dulu apakah yang diberitakan IWB dan Pasopati itu benar atau tidak? jangan karena menjadi pimpinan DPRD dan ketua Partai Demokrat langsung menuduh IWB dan Pasopati Memberitakan gubangan besar bekas galian C yang tidak direklamasi oleh pelaku kejatuhan lingkungan dan kejahatan pelanggar Undang-undang itu langsung dituduh mencari uang,
RA berharap Michael Hariyanto semoga membaca berita ini dan segera meminta maaf kepada seluruh yang tergabung di IWB, kepada Pasopati, kepada pengurus 10.000 Demokrat yang telah diperintah, kepada militan dan masyarakat Banyuwangi secara umum dan mencabut semua perintahkan dan keterangannya yang sudah menyebabkan gaduh, pro dan kontra di masyarakat Banyuwangi, terjadi ancam-mengancam dan membahayakan jiwa manusia dan karena hal ini pastinya akan bertambah dampak luas dan beda persoalannya bisa jadi akan lari ke Pidana jika pengurus partai Demokrat yang diperintah Michael Hariyanto tidak bisa membedakan antara persoalan pribadi atau kesalahan pelaku kejahatan tambang galian C yang tidak direklamasi yang telah menyebabkan orang meninggal dunia dengan tugas perintah partai,,
(Tim).