BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Pembangunan Infrastruktur di Banyuwangi banyak yang mangkrak? Ini menjadi fenomena umum yang dipertanyakan banyak pihak dengan melihat fakta-fakta dilapangan bahwa banyaknya Infrastruktur yang baru dibangun sudah rusak atau tidak digunakan karena tidak sesuai Spek.
Terbukti salah satunya pembangunan Tribun yang ada di dusun Sumberdadi Desa Tegaldlimo yang Mangkrak dan Bangunannya sudah retak-retak dan Mengelupas. Kamis (17/04/25).

Padahal proyek yang didanai APBD Banyuwangi tersebut baru dibangun tahun 2024 .
disamping itu terkait Spek pembangunan berupa Tribun itu seharusnya dilengkapi dengan atapnya atau Kanopi untuk memayungi yang duduk dibawahnya.
Tetapi ini tidak ada, Bagaimana kok tidak ada ? Faktanya memang seperti itu, yang dibangun oleh pihak PU hanya Tribun aja “Nyel” tanpa atap.
Kalau Tribun tidak ada atapnya tentu orang tidak mau duduk karena akan terkena sengatan teriknya matahari sehingga tempat duduknya pun akan menjadi panas bisa menyebabkan “Pantat Mlonyot” karenanya. Atau sebaliknya jika hujan akan kehujanan.
TIDAK DIMANFAATKAN
Karena tidak sesuai Spek itulah maka tidak dimanfaatkan oleh masyarakat alias dianggurkan… Jadi bisa dikatakan dana ratusan juta yang digunakan untuk membangun Infrastruktur Mubazir.

Yang mana bangunan tersebut untuk melengkapi fasilitas lapangan Bola Voly biar lebih nyaman orang yang menonton. “Masalahnya Bangunan itu tanpa atap disamping itu kondisinya disana sini sudah retak’ ?” Ujar salah satu seorang warga yang enggan disebut namanya.
“Ditambah lagi lokasi lapangan berdekatan dengan pemakaman umum”.katanya
Lanjut warga itupun mengatakan bahwa Plang Proyek pun tidak ada disana mas? Jadi anggaran itu berapa nilainya dan dari mana asalnya itupun masih bertanya-tanya,”imbuhnya
Dan ketika salah satu media online mengkonfirmasi pihak PU Cipta Karya lewat aplikasi Whatsapp, pihak PU yang bernama Bayu Hadiyanto (Kepala Bidang Bagian Penataan Ruang) menyatakan bahwa “Pihak yang seharusnya mengelola adalah Desa sebagai pengusul proyek” dalam hal ini dimaksudkan adalah Desa Tegaldlimo yang berkewajiban mengelola sedangkan pihak PU tugasnya hanya membangun,”pungkas Bayu PU

Tetapi pertanyaannya kenapa bangunannya sudah banyak yang Retak bahkan Mengelupas ? dan kenapa tidak sesuai Spek ?
Lembaga Pemantau Korupsi BCW (Banyuwangi Corruption Watch) pun akhirnya angkat bicara “Semua bangunan yang didanai dari uang rakyat harus bisa dimanfaatkan oleh rakyat”, Kalau tidak bisa dimanfaatkan untuk apa dibangun ? Tentu tidak ada gunanya kalau seperti itu maka rakyat yang dirugikan” Tutur Masruri sebagai Ketua BCW.
Setelah di Publikasi Kepala Desa Tegaldlimo belum memberi respon dan Tanggapan terkait berita ini!!!.
(Tim)