BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Peringatan keras muncul dari pihak Dnas Pekerjaan Umum Cipta Karya Pemukiman Perumahan (DPU CKPP) Banyuwangi, menanggapi adanya brita tentang penyalah gunaan pekerjaan, kegiatan penambalan jalan oleh satgas jalan berlubang.

Kegiatan yang berlokasi di jalur lampu merah lidah, jalur jembatan wiroguno, gambiran, kec. Gambiran, dengan awal banyak sekali jalan jalan yang berlubang, yang bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan, pemerintah nelalui satgas jalan berlubang melakukan perbaikan di jalur ini
Namun saat di lakukan kegiatan tambal sulam, salah satu cv yang di tunjuk selaku pelaksana kegiatan (PK), malah melakukan penyalah gunaan matrial jenis hotmix / aspal, yang harusnya di peruntukkan di jalan berlubang namun oleh Cv PK, di aplikasikan di beberapa rumah pribadi, malah ada salah satunya yang keluar dari jalur kegiatan
Sangat di sayangkan, sikap yang di tunjukkan oleh ROFIK AZMI selaku pemerhati pembangunan, saat mengetahui hal itu di lakukan malah diam seribu bahasa. Yang mestinya memberikan kontrol, malah muncul dugaan melakukan pembiaran dan mendukung kegiatan tersebut
Hingga kini Rofik, setiap di lakukan konfirmasi rekan rekan media atas dirinya, malah marah marah, dan menekankan kalau dirinya tidak tau menau, “ojok ngono lah bro, saya kan gak tau dengan urusan itu,” sebut Rofik dengan nada kasar
Menurut keterangan Kabid Bina Marga, Dinas PU CKPP Banyuwangi, Ebta Andharisandi, saat di minta keterangan adanya tindakan tersebut, menyampaikan, “Ya nanti kita opname kalo tidak sesuai peruntukannya ya tidak kita bayar gitu aja”, ucap Ebta melalui jaringan seluler whatsaap, (25/04/2025).

Di tengah efisiensi anggaran, yang di gaungkan pemda Banyuwangi, malah melakukan tindakan penyalah gunaan matrial
Kegiatan yang bersumber dana dari APBD kab. Banyuwangi, yang tak lain adalah uang rakyat, hendaknya pengguna anggaran dan prlaksana kegiatan, bisa melaksanakan tugasnya masing masing dengan baik dan amanah.
(Tim)