BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Banyuwangi bisa dikatakan darurat Plt, hal itu dilsampaikan MASRURI Ketua BCW ( Banyuwangi CorruptionWatch) menanggapi kindisi Banyuwangi di era pemerintahan Ipuk Fiestiandani petiode kedua.
Apalagi pelantikan beberapa Kepala Dinas baru baru ini dinilai BCW tidak signifikan.
Dan ini justru hanya nenciptakan gap dan kesenjangan dikalangan birokrasi, yang satu diangkat yang lain tidak diangkat alias dibiarkan terombang ambing tidak menentu.
Oleh karena itu tidak salah dikatakan BCW darurat plt, “Lawong jabatan Sekdanya aja sampai sekarang masih Plt kok itu faktanya , beberapa Dinas Dinas juga masih plt ,beberapa kecamatan, beberapa Sekolah sampai sekarang masih dipimpin plt.” Ujar Masruri.
Apa yang menjadi penyebab Banyuwangi menjadi kabupaten terbanyak Pltnya? Sabtu (26/04/25).
Sebabnya orientasi kekuasaan bergerak kearah bandul politik yang syarat transaksional bukan profesionalisme kerja. Alias semuanya dikalkulasi secara politik. Ini tidak baik bagi masa depan Banyuwangi imbuh Masruri .
Lantas apa gunanya Baperjakat yang bertugas menggodok kenaikan jabatan struktural bagi pns kalau ujungnya yang menentukan satu orang ” Ujar Masruri yang mana lembaganya paling aktif menyoroti kebijakan Banyuwangi.
Kedudukan Sekda itu sangat penting karena Sekda adalah pimpinan tertinggi di birokrasi. ”
Seharusnya Bupati sebelum melantik Dinas Dinas Sekdanya dulu yang seharusnya dilantik, karena Sekda adalah pemimpin tertinggi di Birokrasi. Urutan ini hendaknya dilakukan dalam rangka menciptakan kinerja yang bagus dan menjaga harmonisasi di tubuh birokrasi” ujar Masruri.
(Tim)
