BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Ketersediaan gas LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi dilaporkan mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang hingga kosongnya stok di tingkat pangkalan menjadi fenomena yang dikeluhkan warga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat Lebaran.
Pernyataan Wabup (Wakil Bupati) Banyuwangi, Mujiono, yang menyebut kondisi stok “Aman dan Terkendali” Melalui akun TikTok @arusbawahmujiono memunculkan perhatian publik. Sejumlah warga menilai kondisi di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan pernyataan tersebut. Perbedaan ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait akurasi data distribusi dan pengawasan.
Di Kecamatan Glenmore, warga mengaku harus berkeliling ke berbagai titik untuk mendapatkan gas?
Indra, salah satu warga menyebut hampir seluruh pangkalan atau toko kelontong yang didatanginya dalam kondisi kosong. “Kalau pun ada, harganya sudah di atas kewajaran,” ujarnya, Jumat (20/03/2026).
Selain kelangkaan, lonjakan harga juga menjadi persoalan. Di tingkat pengecer, harga gas LPG 3Kg dilaporkan mencapai Rp23.000 – Rp25.000 per tabung, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Marta Yofi sebagai pengamat lingkungan menilai, kondisi tersebut bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peningkatan permintaan musiman hingga distribusi yang belum merata. Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang guna memastikan tidak adanya kendala dalam rantai pasok,”pungkasnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah dan instansi terkait khususnya di Kabupaten Banyuwangi, untuk menstabilkan kondisi. Pengawasan distribusi, Keterbukaan informasi pasokan, serta Pengendalian harga di tingkat pengecer menjadi aspek yang dinilai penting untuk segera diperkuat.
Momentum menjelang hari raya Idul Fitri menjadi ujian bagi sistem distribusi energi bersubsidi. Penanganan yang Responsif dan terukur tidak hanya dibutuhkan untuk mengatasi kelangkaan saat ini, tetapi juga untuk mencegah persoalan serupa terulang di masa mendatang.
(Tim).
