BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Kondisi dunia politik Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) di kabupaten Banyuwangi yang semakin mendekati hari H, memicu naiknya suhu politik saat ini,
Sangat banyak bertebaran baner bener, bergambarkan pasangan calon yang tampil dalam kontestasi politik kali ini.
Namun sangat di sayangkan di saat baner yang bergambarkan salah satu calon bupati (Petahana) semasa masih menjabat, dengan pakaian beratribut lengkap, masih di pampang di hampir semua kantor dinas di kabupaten Banyuwangi.

Bahkan di kantor bupati Banyuwangi pun masih terpampang dengan besar, di jalan jalan, tempat pendidikan, tempat pelayanan kesehatan
Seakan akan tidak ada instruksi atau pemberitahuan dari pihak pemerintah daerah, yang kali ini di pimpin oleh bapak Guntur Priambodo selaku sekertaris daerah (SEKDA), seorang ASN dengan pangkat tertinggi di Banyuwangi
Padahal hal tersebut berbanding terbalik dengan peraturan, uu, yang mengatur tentang netralitas seorang ASN maupun pejabat politik, untuk tidak melakukan tindakan atau keputusan yang menguntungkan salah satu calon

Hal tersebut di atur dalam UU Nomor 20 Tahun 2023, UU no. 5 tahun 2014 ps.2 ayt.1, pasal 280 ayat (2) UU 7 tahun 2017, pasal 494 UU 7 tahun 2017, PP 94 tahun 2021 di perjelas di pasal 5 huruf n, yang menegaskan tentang netralitas pejabat dan ASN dalam dunia politik
Di sinyalir adanya dugaan ketakutan untuk mencopot semua bener bener tersebut, bener yang bergambar dan bertuliskan program Petahana dalam masa menjabat.
Seperti yang di ungkapkan oleh salah satu aktifis di banyuwangi ABI ARBAIN ketua info warga Banyuwangi (IWB), yang menyebutkan bahwa dalam hal tersebut Guntur Priambodo menunjukkan adanya tindakan atau putusan yang menimbulkan dugaan ke tidak netralan terhadap perjalanan politik kali ini
Hasil penelusuran Domainrakyat.com kepada pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) wilayah genteng yang menyatakan ” nggak ada surat edaran, nggak tau lagi ya mas coba di cek” sebut NG selaku humas RSUD.

NG menambahkan “biasanya dari sekda mas” imbuhnya sembari mencoba menyuruh anak buahnya mengecek kembali surat masuk dari sekda
Dan selanjutnya langsung di ganti oleh pihak rumah sakit, baner yang mulanya bergambarkan mantan bupati dengan program layanan CANTIK, di ganti dengan bener bertulisakan program layanan CANTIK, yang tanpa foto mantan BUPATI.
Hal tersebut sama dengan pernyataan TUTIK DARMAWATI selaku kepala sekolah SD N 4 GENTENG WETAN, kalau pihaknya juga tidak mendapatkan surat pemberitahuan dari Koordinator Wilayah (KORWIL) kec. Genteng.
“Kami lupa mas, tidak terfikir sampai ke situ, kalau sudah harus di copot, kami juga tidak mendapat surat pemberitahuan dari KORWIL mas” sebutnya
(Tim/red)