BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Pekerjaan proyek peningkatan jalan Lapis tipis aspal pasir (Latasir) Menjadi Sorotan Warga setempat dan warga yang melintas Berlokasi Di dusun Tegalrejo, Desa Tegalsari Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Tahun Anggaran 2024 Diduga Asal – asalan karena tidak transparan dan tidak sesuai spesifikasi seperti proyek siluman. Sabtu (04/01/2025)
Pasalnya, proyek peningkatan Latasir tersebut baru selesai, namun tanpa papan nama proyek. Hal inilah yang menjadi sorotan bagi warga bahwa pekerjaan peningkatan Latasir ini diduga sebagai proyek Siluman.

Pemasangan plang/papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi sehingga seluruh lapisan masyarakat, baik Media Massa, LSM dapat ikut serta dalam proses pengawasan proyek-proyek Pemerintah tersebut.
Sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek. Baik memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, Nomor Kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu lama pekerjaan.
Salah satu warga yang kebetulan melintas juga mengatakan kepada Awak media “mohon dilaporkan bang kepada pihak-pihak terkait tentang proyek ini, karena tidaklah bagus dan kwalitasnya juga diragukan.”kata warga yang namanya tidak mau di publikasikan
Hendro sebagai anggota Lembaga Swadaya JPKP Mengatakan bahwa “Pembangunan latasir Di Desa Tegalsari tersebut kurang lah bagus dan adanya ketidak sesuaian dalam ketebalan aspal yang ada, dimana aspal menempel pada badan jalan sangatlah tipis, sehingga akan mudah terkelupas dan rontok karna berongga kurang padat juga banyak pecah karena kebanyakan abu batu sedangkan scriningnya sangat minim.”
Lanjut Hendra mengatakan untuk ketebalan latasir hanya Tipis , jalan bergelombang akan menimbulkan genangan air dikala hujan, Jalan dipastikan tidak akan bertahan lama akibat genangan air hujan dan rawan longsor ,” Ungkap Hendro
Selang sehari Pada Senin , (30/12/24) Kepala Lembaga Swadaya JPKP , Membahas Rapat Terkait kualitas bangunan proyek Latasir yang diduga menyimpang , Dan memberi keterangan banyak. Hanya saja, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Dinas PU Binamarga (PU CKPP) ”Kalau itu sudah kewenangannya harus dipanggil CV atau Rekanan tersebut,”imbuhnya
(Tim)