Scroll untuk Baca Berita
Nasional

KPH Banyuwangi Utara melaksanakan Gelar Mitigasi Bencana tahun 2025

×

KPH Banyuwangi Utara melaksanakan Gelar Mitigasi Bencana tahun 2025

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara melaksanakan Apel Mitigasi Bencana Tahun 2025 sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Wongsorejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 24 April 2025, pukul 07.30 WIB, bertempat di Pos Kamhut VII dan Petak 3 Kali Bajulmati, RPH Bajulmati, BKPH Bajulmati, KPH Banyuwangi Utara.

Apel dipimpin langsung oleh Wakil Administratur (ADM) KPH Banyuwangi Utara, Edi Purwanto, yang mewakili Administratur/KKPH. Dalam sambutannya, Edi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, khususnya dengan BPBD Banyuwangi, untuk membangun ketahanan wilayah terhadap lima isu strategis: ketahanan pangan, energi, air bersih, udara bersih, dan perubahan iklim.

“Mitigasi bencana bukan hanya soal respons cepat, tapi bagaimana kita mencegah dan mempersiapkan masyarakat agar lebih tangguh. Warga Wongsorejo telah menunjukkan bahwa kebersamaan dan sinergi bisa menjawab tantangan ini,” ujar Edi.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), para kepala desa, LMDH, dan seluruh unsur masyarakat yang telah bekerja sama aktif dengan Perhutani.

Sementara itu, perwakilan dari BPBD Banyuwangi, Faruk, dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

> “BPBD siap terus mendukung kegiatan seperti ini. Mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi masyarakat, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pemetaan risiko bencana secara berkala,” kata Faruk.

Ia juga berharap agar koordinasi dengan Perhutani terus ditingkatkan demi terwujudnya mitigasi yang cepat dan tepat di wilayah hutan.

Camat Wongsorejo, H. Drs. Achmad Nuril Falah, M.Si, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani yang secara konsisten mendukung program mitigasi bencana. Ia menekankan pentingnya peran hutan dalam menjaga keseimbangan alam dan mencegah banjir.

Kepala Desa Watukebo, Maimun Haryono, juga turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Perhutani dalam menyediakan akses lahan pertanian, bantuan air bersih, hingga kebutuhan pakan ternak yang sangat bermanfaat bagi warganya.

Apel ini sekaligus menjadi momen edukatif melalui sosialisasi mitigasi bencana, baik secara fisik (seperti pembangunan drainase dan penanaman pohon) maupun non-fisik (penyuluhan dan pelatihan masyarakat). Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko dan dampak bencana serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *