BANYUWANGI, DOMAINRALYAT.COM –
Sesuai surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Nomor : 000.1.5/1506/101.5/2025 terkait pelarangan Wiisuda atau Purnawiyata bagi Selolah SMA, SMK dan SLB.
Maka dengan dikeluarkannya surat edaran itu berarti tidak ada lagi Wisuda untuk sekolah setingkat SMA, SMK dan SLB karena memberatkan orang tua murid (Wali Murid).
Adapun Wisuda itu hanya berlaku untuk Perguruan Tinggi bukan untuk sekolah SLTA atau dibawahnya.
Namun anehnya TK pun saat ini ada acara Wisudanya. Instruksi ini seharusnya dipatuhi seluruh sekolah di Banyuwangi
Namun demikian nampaknya instruksi tinggal instruksi, Sekolah cenderung mengabaikan atau bisa dikatakan mokong. terbukti salah satu sekolah yaitu SMAN I Tegaldlimo masih tetap melakukan penarikan dana ke wali murid sebesar Rp. 500 ribu untuk kegiatan wisuda. Senin (05/05/25)

Dan ketika dikonfirmasi melalui surat oleh lembaga BCW (Banyuwangi Corrruption Watch) Atas adanya penarikan wisuda sebesar Rp. 500 ribu pihak Kepala Sekolah bernama M. Nursyukroini, S.Pd, M.Pd lebih memilih tidak menjawab alias cuek bebek.
Begitu juga awak media ini menemui pihak komitee sekolah bernama Jito untuk mengkorfirmasi perihal tersebut pihak komitee pun tutup mulut dan mengaku tidak tahu adanya tarikan wisuda.
Salah satu wali murid yang tidak mau disebut namanya mengeluhkan adanya penarikan Rp. 500 ribu untuk wisuda ini
” Ya bagaimana lagi mas, sudah ditentukan bayar Rp. 500 ribu mau nggak mau ya harus bayar daripada anaknya nangis. , sedangkan uang nggak ada, kalau gak bayar gak mungkin, jadi demi anak terpaksa pinjam ke pinjol atau Bank plecit” ujar salah seorang wali murid mengeluhkan adanya tarikan wisuda.
(Tim).