BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Pembangunan Puskesmas Pesanggaran dan Sumberagung terus menuai kritikan di kalangan masyarakat. Hal itu lantaran pembangunan Puskesmas Pesanggaran yang terletak bersebelahan Balai Desa Sumber Mulyo ini dan ada lagi Puskesmas Sumberagung pembangunannya sampai tahun 2024 tidak terselesaikan alias mangkrak.

Pembangunan Puskesmas Pesanggaran dikerjakan dua tahap dimulai tahun 2023 sampai tahun 2024 dengan kontrak terakhir sebesar Rp. 3,5 Miliar itu seharusnya sudah bisa dioperasikan di tahun 2025 ini. Sedangkan Puskesmas Sumberagung yang berada di Desa Sumberagung kecamatan Pesanggaran menelan biaya pembangunan sebesar Rp.1,5 Miliar.
Memang banyaknya Puskesmas di Kecamatan Pesanggaran ada positifnya setidaknya sebagI upaya dalam rangka untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan di daerah selatan. Namun apa daya proyek dari Dinas Kesehatan ini yang dikerjakan CV. Surya Gemilang Konstruksi untuk Puskesmas Pesanggaran dan Puskesmas Sumberagung yang dikerjakan oleh CV. Krisna Ika Jaya dimana faktanya tidak selesai. Melainkan hanya bisa menyelesaikan 62% untuk Puskesmas Pesanggaran dan untuk Puskesmas Sumberagung terselesaikan 78% dari keseluruhan yang ditargetkan. (28/10).

Terhadap masalah ini lembaga BCW angkat bicara, ditemui dikantornya Masruri Ketua BCW ( Banyuwangi Corruption Watch) menyatakan ” Proyek yang tidak selesai seharusnya tidak boleh langsung dilnjutkan, harus ada audit dari BPK lebih dulu karena diduga ada unsur kerugian negara” .
Tidak hanya itu media Domainrakyat.com ini juga menghubungi Kepala Dinas Kesehatan H. Amir Hidayat, S.K.M. M.S.I. sebagai pihak penguasa anggaran yang baru dilantik menjadi definitif untuk meminta konfirmasi melalui sambungan telefon seluler Wa namun tidak ada jawaban sampai berita ini diangkat .

Masruri juga menambahkan terkait Pembangunan sampai mangkrak itu sangat mengherankan ” sebab semua itu kan sudah sesuai kontrak berarti kan sudah melalui perhitungan, ada perencana dan ada pengawas kok bisa tidak selesai itu kan mengherankan. jangan sampai ada indikasi memang sengaja tidak diselesaikan agar nantinya ditutup atau diselesaikan dengan anggaran CSR PT. BSI, mangkanya saya bilang ada potensi tumpang tindih proyek pemerintah di Pesanggaran dengan dana CSR’ imbuh Masruri.
(Dra).