Murung Raya, Domain Rakyat –Gelombang persaingan media di Murung Raya semakin memanas. Masuknya Majalah Tempo, media nasional berpengaruh, mulai terasa menggeser dominasi media lokal yang selama ini menjadi sumber utama informasi warga.
Investigasi Domain Rakyat.com menemukan, dalam satu bulan terakhir sejumlah pemasang iklan besar di Murung Raya mulai memindahkan anggaran publikasi mereka dari media lokal ke Majalah Tempo. Salah satu staf Pemerintahan yang enggan disebutkan namanya mengaku, tawaran harga paket publikasi dari Tempo disertai jaminan jangkauan nasional menjadi alasan utama mereka beralih.
“Kalau di Tempo, berita kami bisa dibaca orang Jakarta sampai luar negeri. Media lokal belum bisa menyaingi itu,” ungkapnya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius. Di sisi lain, masyarakat justru berpotensi kehilangan pemberitaan yang fokus pada isu-isu desa, kecamatan, dan permasalahan warga yang sering luput dari liputan media besar.
Pengamat media Kalimantan Tengah, Roni Pratama, menyebut fenomena ini sebagai bentuk “kolonisasi informasi”.
“Media nasional punya kekuatan modal dan jaringan, tapi jika media lokal mati, informasi dari akar rumput akan terpinggirkan. Padahal, peran mereka sangat vital sebagai kontrol sosial di tingkat daerah,” ujarnya tegas.
Sejumlah aktivis pers daerah kini mendorong pemerintah kabupaten untuk mengkaji kebijakan perlindungan media lokal, termasuk prioritas alokasi iklan dan kerja sama pemberitaan. Tanpa langkah konkret, media lokal Murung Raya terancam menjadi penonton di rumahnya sendiri.
