Murung Raya, Domain Rakyat. Com//
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Murung Raya untuk kembali menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Gelaran yang berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, di Aula Cahai Onui Tingang itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin SHI. MH, dalam kesempatan tersebut turut hadir Inspektur Pembantu Khusus, Banjang S. Sos.
Acara yang mengusung semangat penyatuan gerakan anti-korupsi se-dunia ini dihadiri unsur pemerintahan daerah, perwakilan dari 10 Kecamatan , perwakilan Perangkat Desa, unsur Badan Perwakilan Desa. Seluruh peserta menyatukan tekad bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan kewajiban semua pihak yang ingin melihat pembangunan daerah berjalan optimal dan berkeadilan.
Dalam sambutan nya, Wakil Bupati Murung Raya Murung Raya Rahmanto Muhidin SHI. MH menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan, khususnya pada pengelolaan dana desa. Tahun ini, alokasi ADD maupun DD tercatat telah digelontorkan sebesar Rp 316 miliar untuk seluruh desa di Murung Raya. Angka besar tersebut, katanya, harus berbanding lurus dengan peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Dana desa adalah amanah. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan. Integritas bukan sekadar slogan, tetapi budaya kerja yang wajib kita junjung,” tegasnya dalam sambutan yang disambut tepuk tangan hadirin.
Momentum Hakordia 2025 juga diisi dengan paparan penguatan tata kelola, diskusi publik mengenai pencegahan korupsi, serta penegasan kembali peran masyarakat dalam mengawasi pembangunan. Pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya pada besarnya anggaran, tetapi pada kualitas penggunaannya.
Dengan semangat Hakordia, Murung Raya bertekad menjadi daerah yang terus menumbuhkan budaya anti-korupsi melalui edukasi, monitoring, serta kolaborasi lintas sektor. Peringatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi penggerak perubahan menuju tata kelola yang bersih dan terpercaya.
Pemerintah dan masyarakat Murung Raya pun satu suara: korupsi harus dilawan, integritas harus ditegakkan, demi masa depan daerah yang maju dan bermartabat.