Murung Raya, Domain Rakyat. Com//
Kelangkaan BBM di SPBU 64.739.01 Puruk Cahu mencapai puncaknya. Tidak ada antrean, tidak ada aktivitas—justru SPBU tutup total, gerbang depan terkunci dan seluruh area pengisian tampak kosong. Situasi ini menegaskan bahwa pasokan Pertalite dan Pertamax benar-benar tidak masuk, membuat operasional SPBU terhenti sepenuhnya.
Penutupan total ini langsung memantik keresahan warga. Andri Rahmad, salah satu warga Puruk Cahu, menilai kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. “Kalau hanya habis sebentar, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini SPBU tutup total. Artinya pasokan benar-benar tidak datang. Kami meminta UPMS Banjarmasin memberikan penjelasan terbuka,” ujarnya.
Dalam pantauan di lokasi, suasana SPBU tampak seperti tidak beroperasi sama sekali: dispenser BBM mati, halaman lengang, dan tidak terlihat satu pun petugas. Ketidakjelasan pasokan ini membuat masyarakat semakin bertanya-tanya ada apa sebenarnya dalam proses distribusi menuju Puruk Cahu.
Kelangkaan yang berulang dan berujung pada penutupan total menimbulkan dugaan kuat adanya persoalan serius dalam manajemen pasokan. Warga menilai, tanpa transparansi dan tindakan cepat dari pihak terkait, situasi seperti ini dapat terus terulang dan merugikan masyarakat banyak.
Warga berharap UPMS Banjarmasin segera turun langsung, memastikan pasokan kembali normal, sekaligus mengungkap penyebab di balik hilangnya distribusi BBM ke SPBU tersebut.
Di tengah kebutuhan energi yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat, publik menegaskan satu hal: jangan biarkan SPBU kembali tutup tanpa alasan yang jelas. Transparansi dan kepastian pasokan adalah hak masyarakat