DaerahMurung RayaNews

BBM Menghilang Jelang 2026, Warga Puruk Cahu Desak Audit UPMS Banjarmasin

Murung Raya, Domain Rakyat. Com//

Menjelang pergantian tahun 2026, masyarakat Kabupaten Murung Raya justru dihadapkan pada persoalan serius. Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax dilaporkan menghilang dari pasaran. Kondisi ini bahkan membuat salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) utama di wilayah tersebut, yakni SPBU 64.739.01 Puruk Cahu, tutup total selama beberapa hari akibat nihilnya pasokan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketiadaan pasokan BBM tersebut bersumber dari Unit Pelaksana Penyaluran dan Pemasaran (UPMS) Banjarmasin. Akibatnya, antrean kendaraan tidak lagi terlihat di SPBU, sementara aktivitas masyarakat terganggu secara signifikan.

Kondisi kelangkaan ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan menjual BBM di pasaran bebas dengan harga yang melambung tajam. Harga eceran BBM bahkan dilaporkan menembus angka Rp20.000 per liter, jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Kekecewaan warga pun tak terelakkan. Salah satunya disampaikan Faturrahman, warga Puruk Cahu, yang menilai persoalan ini bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax sudah berulang kali terjadi.

“Ini bukan kejadian insidental. Dalam sebulan, sudah sering terjadi BBM kosong. Kinerja Patra Niaga, khususnya UPMS Banjarmasin, perlu diaudit secara mendalam agar jelas di mana letak persoalannya,” tegas Faturrahman, Minggu (28/12).

Ia menambahkan, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan semakin luas. Aktivitas ekonomi masyarakat hampir lumpuh, mulai dari transportasi, distribusi barang, hingga sektor jasa. Tak hanya itu, kelangkaan BBM juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di Murung Raya.

“Kalau BBM langka, otomatis ongkos angkut naik. Ujung-ujungnya harga barang ikut naik dan masyarakat kecil yang paling terdampak,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk memastikan kelancaran distribusi BBM ke wilayah Murung Raya, yang dikenal sebagai Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Kejelasan pasokan dinilai sangat mendesak agar aktivitas warga dapat kembali normal dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga menjelang pergantian tahun.

 

Exit mobile version