KUALA PEMBUANG – DOMAINRAKYAT.com// Sabtu pagi pukul 08.00 WIB personel Regu IV Siaga On Call berdiri rapi dalam Apel Kesiapan. Namun, apel ini bukan sekadar rutinitas seremonial belaka. Ia merupakan prolog dari sebuah operasi pengamanan dan patroli yang terencana, menyasar titik-titik saraf pemerintahan, perekonomian, dan kehidupan masyarakat Kabupaten Seruyan.
Kegiatan ini mengisyaratkan strategi pre-emptif (mendahului) kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah dinamika sosial pascaperayaan tahun baru.
Dipimpin langsung oleh Ipda Adhi Sri Harta, Apel Siaga On Call Regu IV ini menegaskan kesiapan operasional dan kesiagaan psikologis personel. Konsep “On Call” atau siap dipanggil kapan saja menekankan pada fleksibilitas dan responsivitas tinggi dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan.
Usai apel, regu siaga segera melaksanakan mobilisasi ke lapangan. Rute dan sasaran patroli yang ditetapkan mengungkap sebuah pola pemikiran strategis yang komprehensif:
Pilar Politik dan Pemerintahan: Patroli ke Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Seruyan bukan hanya pengamanan fisik gedung.
Ini adalah upaya menjaga stabilitas politik lokal dan melindungi proses birokrasi serta demokrasi. Kehadiran polisi di titik ini berfungsi sebagai deterren (pencegahan) terhadap potensi gangguan yang dapat mempengaruhi tata kelola pemerintahan.
Pilar Perekonomian Rakyat: Kunjungan ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Kuala Pembuang dan Pasar Saik Kuala Pembuang menyasar jantung ekonomi masyarakat. TPI dan pasar tradisional adalah lokasi dengan aktivitas keuangan tunai padat dan kerumunan massa.
Patroli di sini bertujuan menekan angka kriminalitas jalanan seperti pencurian, pemalakan, atau praktik perdagangan yang tidak sehat, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi pedagang dan pembeli.
Pilar Keuangan Formal: Sasaran Bank BRI dan Bank Kalteng di Kuala Pembuang menunjukkan perhatian pada aset keuangan strategis dan perlindungan nasabah.
Objek ini rawan terhadap aksi kriminal terencana seperti perampokan atau penipuan. Kehadiran polisi secara rutin dan tidak terduga meningkatkan perceived security (persepsi keamanan) dan menjadi bagian dari sistem pengamanan berlapis.
Interpretasi dan Analisis:Pemilihan sasaran patroli yang beragam namun terfokus ini mengindikasikan pendekatan “Vital Object Protection” yang diterapkan Polres Seruyan. Mereka tidak hanya berpatroli acak, tetapi secara kognitif telah memetakan lokasi-lokasi yang jika terjadi gangguan, akan berdampak luas secara politik, ekonomi, dan sosial.
Kegiatan ini juga dapat ditafsirkan sebagai bentuk “Policing by Presence” (Pola Polisi Hadir).Di tengah tantangan keterbatasan personel, kehadiran yang terlihat di titik-titik vital berfungsi sebagai alat pencegah kejahatan yang efektif dan membangun kepercayaan publik.
Kesimpulan: Apel dan patroli Polres Seruyan di bawah pimpinan Ipda Adhi Sri Harta ini merupakan sebuah statement operasional. Ia menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum dan ketertiban tidak reaktif, tetapi telah bergerak ke arah yang proaktif dan berbasis analisis risiko.
Melindungi objek vital berarti melindungi denyut nadi kehidupan masyarakat Seruyan.
Keberhasilan strategi ini tidak hanya diukur dari nihilnya kejahatan, tetapi juga dari terpeliharanya rasa aman yang memungkinkan aktivitas politik, ekonomi, dan sosial berjalan tanpa rasa khawatir.
Langkah Regu IV Siaga On Call pagi itu adalah sebuah puzzle penting dalam mozaik keamanan menyeluruh Kabupaten Seruyan di tahun 2026.(Rn) +(Rs)Kabiro Seruyan.