DaerahPilkadaPolitik

DEBAT PERDANA CAGUB & CAWAGUB KALTIM 2024 “KALTIM BERDAULAT JILID 2 VS GRATIS POOL & JOS POLL”

PASANGAN CAGUB DAN CAWAGUB KALTIM 2024

DOMAINRAKYAT.COM//SAMARINDA  Debat publik perdana calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Kalimantan Timur sukses digelar di Plenary Hall Sempaja. Acara tersebut menghadirkan dua pasangan calon yang bersaing untuk memperebutkan kursi kepemimpinan di Bumi Etam.

Masing-masing pasangan calon berusaha memaparkan visi dan misi mereka yang bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Pasangan calon nomor urut 01, Isran – Hadi, percaya diri saat menjelaskan program unggulan mereka. Hadi Mulyadi, dengan lancar memaparkan visi misi serta program andalannya, terutama program yang mereka sebut dengan “Kaltim Berdaulat Jilid 2”

Sedangkan Pasangan calon nomor urut 02, Rudy Mas’ud – Seno Aji, tampil percaya diri saat menjelaskan program unggulan mereka. Rudy Mas’ud, yang menjadi sorotan malam itu, dengan lancar memaparkan visi misi serta program andalannya, terutama program yang mereka sebut dengan        “Gratis Poll & Jos Poll”

Rudy Mas’ud menyampaikan beberapa poin kunci dari program mereka yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat Kaltim secara menyeluruh.

“Program unggulan kami adalah Gratis Poll. Semua jawaban dari pertanyaan panelis menunjukkan bahwa kami mengedepankan ide, gagasan, terobosan, dan inovasi yang dibutuhkan masyarakat hari ini,” kata Rudy Mas’ud.

Ia menambahkan bahwa program mereka mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga lapangan pekerjaan.

“Kami ingin Kalimantan Timur, sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), terkoneksi langsung dengan seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi ini. Seluruh program kami terkait dengan pembangunan IKN, yang merupakan etalase Indonesia. Semua ini akan mendorong kesejahteraan masyarakat Kaltim,” tegas Rudy.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah rencana untuk memberikan pendidikan gratis hingga jenjang S3 bagi warga Kaltim.

“Anak-anak kita layak menjadi dokter, ahli, dan profesional yang berpendidikan tinggi tanpa hambatan biaya. Selain itu, kami juga akan memberikan layanan kesehatan gratis dan program makan siang bergizi untuk ibu hamil dan anak-anak, guna menekan angka stunting di Kalimantan Timur,” lanjut Rudy.

Pertemuan antara dua pasangan calon, yakni petahana Isran Noor dan Hadi mulyadi serta penantang Rudy Mas’ud dan Seno Aji, menjadi ajang saling serang gagasan dan visi untuk Kaltim ke depan.

Salah satu momen paling menarik terjadi ketika Isran Noor menyampaikan tanggapan tajam terhadap jawaban Rudy Mas’ud terkait isu pelayanan kesehatan.

Isran, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas, mengomentari rencana Rudy dalam pembangunan pelayanan kesehatan.

“Kalau saya terlalu banyak mengkritik, takut dilaporkan ke polisi,” ucap Isran Noor dengan nada sindiran, yang sontak mengundang perhatian hadirin.

Sindiran tersebut merujuk pada pelaporan yang dilakukan tim kuasa hukum Rudy-Seno terhadap seorang aktivis yang baru-baru ini mengkritik pasangan calon tersebut.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud dalam sesi pertama debat yang membahas kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, menjawab pertanyaan panelis dengan rencana ambisius untuk membangun 10 rumah sakit di 10 kecamatan.

Namun, pernyataan tersebut segera diluruskan oleh Isran Noor.

“Yang benar itu 10 kabupaten/kota, bukan 10 kecamatan. Mau jadi gubernur, ya harus benar dong!” tegas Isran, yang kembali menciptakan sorak sorai di ruang debat.

Tidak hanya itu, Rudy juga menambahkan janjinya untuk memfasilitasi pendidikan kedokteran gratis dan membangun sarana kesehatan sesuai standar WHO. Gagasan ini disebut Rudy sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kaltim, terutama di sektor kesehatan yang dianggapnya masih belum merata.

 

 

 

 

 

Meski begitu, tanggapan Isran terhadap janji-janji tersebut cukup tegas. Ia mengingatkan bahwa membangun rumah sakit bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan kelayakan.

“Kita butuh layanan yang berkualitas, bukan sekadar bangunan fisik,” ujar Isran.

Debat yang disiarkan langsung tersebut menjadi adu gagasan dan program yang sengit antara kedua pasangan calon, terutama dalam topik kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Rudy Mas’ud berfokus pada rencana pembenahan infrastruktur kesehatan, sementara Isran Noor menekankan pentingnya program yang realistis dan tepat sasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pasangan calon nomor urut 02, Rudy Mas’ud, memanfaatkan momen tersebut dengan mengajukan pertanyaan kritis terkait besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim yang mencapai Rp25 triliun, namun angka pengangguran di provinsi ini tetap tinggi.

“Dengan APBD sebesar itu, mengapa angka pengangguran masih tinggi? Apakah alokasi anggaran selama ini tidak tepat sasaran sehingga tidak mampu menekan tingkat pengangguran?” tanya Rudy dengan nada tegas, Rabu (23/10/2024).

Ia juga menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp6 triliun. “SILPA sebanyak itu seharusnya bisa dimaksimalkan untuk pembangunan yang lebih produktif, terutama dalam menciptakan lapangan kerja.”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Isran Noor, calon gubernur dari pasangan nomor urut 01, memberikan jawaban yang menekankan pencapaian pemerintahannya selama ini.

Isran menjelaskan bahwa peningkatan APBD tidak serta-merta berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran. Menurutnya, salah satu penyebab tingginya angka pengangguran adalah migrasi besar-besaran ke Kaltim, terutama sejak dimulainya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

“Banyak infrastruktur sudah dibangun, namun angka pengangguran juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti migrasi dari luar daerah. Banyak pendatang yang datang ke sini untuk mencari pekerjaan, sehingga angka pengangguran tetap tinggi,” ujar Isran.

Terkait dengan isu SILPA, Isran menegaskan bahwa lebih baik ada sisa anggaran yang tidak terpakai daripada membiarkan dana publik jatuh ke tangan yang salah.

“Mending SILPA daripada dikorupsi. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran adalah hal yang paling penting. Dana publik harus digunakan secara efektif dan efisien,”ujarnya

Debat ini memperlihatkan perbedaan pandangan yang cukup tajam antara kedua pasangan calon. Rudy Mas’ud menyoroti pentingnya optimalisasi anggaran untuk menekan angka pengangguran, sementara Isran Noor lebih menekankan faktor-faktor eksternal seperti migrasi dan perlunya menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dengan Pilgub yang semakin dekat, debat ini tentu menjadi salah satu penentu bagi para pemilih untuk menilai program dan pandangan masing-masing calon dalam menghadapi isu-isu krusial di Kalimantan Timur.

Exit mobile version