PASER,DOMAINRAKYAT.COM Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo, S.I.K., M.H., menyambut baik aksi solidaritas dan dukungan terhadap institusi Polri terkhusus Polres Paser dalam penyelesaian dan pengungkapan kasus yang digelar oleh Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) DPW Kalimantan Timur di Mako Polres Paser. Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan penyelesaian kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser. (22/11/2024)
Aksi damai ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah, termasuk DPW dan DPD TBBR Samarinda, Barito Selatan, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Kota Baru. Massa mulai bergerak menuju Mako Polres Paser dari Sekretariat TBBR Paser dengan pengawalan ketat dari Sat Lantas Polres Paser.
Dalam sambutannya, Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo berkomitmen untuk menghentikan aktivitas haoling batubara yang menggunakan jalan umum di Desa Muara Kate. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keamanan masyarakat Muara Komam,” ujarnya.
Tuntutan disampaikan oleh Ketua DPW TBBR Kalimantan Tengah, Agusta Rachman. TBBR mendesak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku penganiayaan, memberikan perlindungan kepada masyarakat adat, dan mendukung pelaksanaan hukuman adat jika pelaku berhasil ditangkap. Mereka juga meminta pertemuan antara TBBR dengan unsur Forkopimda Kabupaten Paser untuk mendiskusikan solusi jangka panjang.
Aksi damai ini ditutup dengan diskusi antara pihak TBBR dan pejabat Polres Paser. Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin komunikasi lebih lanjut setelah Pemilukada serentak 2024. “Kami mengapresiasi aksi damai ini yang berlangsung tertib dan kondusif. Ini bukti sinergi positif antara kepolisian dan masyarakat adat,” pungkas Kapolres.
Setelah aksi, massa kembali ke sekretariat dengan pengawalan dari pihak kepolisian, memastikan kegiatan berakhir dengan aman dan damai.
*(Humas Polres Paser)*Arm*

