DomainRakyat Kutim – Keresahan masyarakat Kecamatan Rantau Pulung kian memuncak akibat semakin memburuknya kondisi jalan poros, satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan kecamatan tersebut dengan pusat ibu kota Kabupaten Kutai Timur, Sangatta. Persoalan ini kembali mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kutim dari Fraksi Partai Demokrat, Yusri Yusuf, serta dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Kutai Timur (MPKT), yang mendesak agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah itu menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). (Minggu, 13 Juli 2025)
Kondisi jalan yang semakin rusak diduga kuat akibat aktivitas operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melintasi jalur tersebut. Sayangnya, hingga kini belum ada perhatian serius dari pihak terkait. Hal ini kemudian memantik peran sosial dari dua tokoh, yakni Yusri Yusuf dan Ketua MPKT, Eddy Hoddi, yang turut menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung.
Eddy Hoddi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait persoalan ini.
“Terkait aspirasi masyarakat Rantau Pulung, kami sudah berkomunikasi dengan pihak PT KPC. Mereka menyatakan siap memperbaiki jalan poros mulai dari Simpang Kabo hingga Jembatan Besi Bailey,” ujar Eddy.
Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu perusahaan. LSM MPKT kini turut mendesak agar seluruh perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Rantau Pulung juga ikut bertanggung jawab memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat aktivitas industri mereka.
“Kami menuntut agar seluruh perusahaan sawit yang berada di kawasan itu tidak menutup mata dan telinga terhadap kondisi jalan. Jadi, kami ingin semua perusahaan ikut andil, bukan hanya KPC,” tegasnya.
Selain membangun komunikasi dengan pihak perusahaan, MPKT juga menjalin koordinasi aktif dengan DPRD Kutim. Eddy menyebutkan bahwa Yusri Yusuf telah menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Rantau Pulung.
“Kami juga secara aktif membangun komunikasi dengan DPRD, dan Alhamdulillah Pak Yusri Yusuf menyatakan komitmennya untuk mendampingi dan memperjuangkan persoalan ini bersama kami,” tutup Eddy.
Menanggapi hal itu, Yusri Yusuf membenarkan bahwa komunikasi antara dirinya dan MPKT berjalan dengan baik. Politikus Partai Demokrat tersebut menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat sudah mendapat tanggapan positif dari PT KPC. Kemudian dirinya turut menyampaikan bahwa saat mereka konsisten membangun dan mendesak semua perusahaan yang dianggap memiliki kepentingan atas jalur tersebut.
“Komitmen PT KPC cukup jelas, mereka siap bertanggung jawab atas kerusakan jalan poros Rantau Pulung. Namun demikian, kami juga sedang membangun komunikasi dengan seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di sana agar mereka juga ikut berpartisipasi membangun infrastruktur yang kini rusak parah,” terang Yusri.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dan menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga terealisasi.
“Kita akan terus kawal hingga tahap realisasi. Perlu diketahui bahwa pihak perusahaan sudah merespons dengan baik, dan ke depan, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat termasuk MPKT, ini bisa menjadi kekuatan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat,” tutup Yusri Yusuf.