Kesehatan

Waspada Virus Nipah, Dinkes DKI Ingatkan Bahaya Konsumsi Buah Terbuka

99
virus nipah
Foto: Ilustrasi AI

Jakarta — Ancaman virus nipah kembali menjadi sorotan serius otoritas kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak mengonsumsi buah yang rusak atau terbuka, karena berisiko tinggi menjadi media penularan penyakit berbahaya tersebut. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan dini di tengah potensi penularan penyakit zoonotik yang memiliki tingkat kematian tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa buah yang dibiarkan terbuka atau sudah rusak sangat rentan terkontaminasi, terutama oleh gigitan atau air liur kelelawar pemakan buah. Hewan ini diketahui sebagai reservoir alami penyakit mematikan tersebut. Menurutnya, kehati-hatian dalam memilih dan mengolah makanan menjadi kunci utama perlindungan diri.

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar,” ujar Ani di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:

Ancaman Penyakit Zoonotik Mematikan

Ani menjelaskan bahwa virus ini termasuk penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia. Penularan tidak hanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, tetapi juga melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar, serta kontak erat dengan penderita yang sudah terinfeksi.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa gejala awal infeksi sering kali tampak ringan dan kerap diabaikan. Demam, sakit kepala, serta nyeri otot menjadi tanda awal yang umum dirasakan. Namun, kondisi tersebut dapat memburuk dengan cepat jika tidak ditangani secara medis.

Dalam fase lanjutan, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan akut hingga radang otak atau ensefalitis yang berakibat fatal. Tingginya risiko komplikasi inilah yang membuat masyarakat diminta tidak lengah terhadap gejala sekecil apa pun.

Imbauan Kesehatan dan Langkah Pencegahan

Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari memastikan makanan dalam kondisi higienis, mencuci tangan secara rutin, hingga menghindari interaksi dengan hewan liar atau sakit.

Ani juga meminta masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala mencurigakan setelah melakukan kontak berisiko. Penanganan cepat dinilai sangat menentukan keselamatan pasien dan mencegah penularan lebih luas.

Kewaspadaan kolektif menjadi benteng utama. Dengan disiplin menjaga kebersihan dan mengikuti imbauan kesehatan, risiko penularan virus nipah dapat ditekan sejak dini.

Exit mobile version