Scroll untuk Baca Berita
News

LSM GMBI Distrik Pesawaran Kembali Soroti pekerjaan Proyek Jalan Raya Kedondong Tak Kedepankan Kwalitas

×

LSM GMBI Distrik Pesawaran Kembali Soroti pekerjaan Proyek Jalan Raya Kedondong Tak Kedepankan Kwalitas

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, domainrakyat.com – Proyek pembangunan jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Rehabilitasi jalan ruas Gedong tataan- kedondong, (LINK 062) Kabupaten Pesawaran, pengerjaannya diduga asal jadi.Yang mana proyek Peningkatan ruas jalan tersebut dikerjakan Pihak : CV KEMALA SURYA ABADI, Nomor Kontrak :01/KTR/PKK-K.1JLN-038/V.03/111/2025.Yang kini tengah menjadi sorotan dan tuai keluhan masyarakat, Selasa 10 Juni 2025.

‎Bagaimana tidak, terlihat jelas dari pantauan di lokasi tim Investigasi LSM GMBI Distrik Pesawaran, bersama Ketua Bapak Rozi yuni, yang cross check langsung proyek yang menelan milyaran rupiah itu, beliau mengatakan.

‎”kami masyarakat selaku penerima manfaat, sangat berterima kasih sekali dan menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintah provinsi Lampung, dalam hal ini Bapak Gubernur, yang sudah memperhatikan jalan kami, jelasnya

Lanjut, ” Namun disini kami sayangkan sekali, padahal upaya Pemprov untuk yang terbaik rakyat nya, justru berbalik ulah oknum rekanan penyediaan jasa rehabilitasi ruas jalan itu, yang diduga pengerjaannya asal-asalan. Terlihat oleh kasat mata matrial yang di guna kan dari semen yang tidak standar, juga pasir mutu yang jelek, bahkan pada saat di konfirmasi beberapa pekerja mengatakan adukanya kurang bagus dan tidak bakal kuat dikarenakan pasir dan semennya tidak lazim atau yang biasa dipakai pada umumnya.

padahal yang seharusnya dengan nilai milyaran itu, bila memakai pasir dan semen yang bagus akan mendapatkan hasil adukan yang maksimal, kemudian diduga penyedia jasa tidak memperdulikan akan keselamatan pekerja, dan mengabaikan P3k, Tegas Rozi.

‎”Dan ini terlihat dari kondisi drainase dan terdapat pula ada pasangan drainase yang lama seharusnya di bongkar tapi malah disambung bahkan terlihat menggantung.

“Melihat kondisi pengerjaan yang masih dalam tahap awal saja sudah seperti ini, tentu sangat merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat. Ini akan berdampak pada kualitas dan mutu hasil akhir pekerjaan, di tambah lagi debu nya di keluhkan warga dan juga penguna jalan, karena tidak adanya mobil tangki air.

‎‎“Buruknya kualitas pekerjaan ini, kami duga akibat lemahnya pengawasan dari pihak PPTK Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung maupun dari konsultan pengawas,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak yang berhasil di konfirmasi dari Dinas terkait maupun konsultan pengawas yang bertanggung jawab atas pengawasan proyek tersebut.

( Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *