Scroll untuk Baca Berita
News

Satu Unit Rumah Terdampak Bencana Alam Hujan di Sertai Angin Kencang Sudah Dua Minggu Tak Kunjung Dapat Bantuan

×

Satu Unit Rumah Terdampak Bencana Alam Hujan di Sertai Angin Kencang Sudah Dua Minggu Tak Kunjung Dapat Bantuan

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, domainrakyat.com – Pasca bencana alam hujan yang di sertai angin kencang,  yang memporak porandakan Satu unit rumah yang ada di dusun Cikubang desa Way layap, kecamatan Gedong tataan, kabupaten Pesawaran, Lampung, pada 15 juni 2025 lalu. Yang hingga saat ini belum ada respon atau penanganan yang serius dari pihak pihak dinas terkait.

‎Satu unit rumah yang rusak akibat bencana alam tersebut, kepemilikan atas nama softiana yang seorang janda berpenghasilan sangat rendah yaitu jadi pelayan di warung makan atau kantin di pemda belakang kantor bupati Pesawaran, ibu yang biasa di sapa ofiana hidup bersama dua orang anak yang masih bersekolah. Dari keadaan, kehidupan, dan penghasilannya itu, mana lah mungkin dapat mampu memperbaiki rumahnya, sementara untuk sehari hari pun tidak cukup.

‎Dari pantauan dan fakta nya di lokasi, tim investigasi LSM GMBI distrik Pesawaran bapak Rozi Yuni mengatakan pada awak media, sebagai sosial kontrol masyarakat bawah, “dangan melihat keadaan seperti ini sangat miris sekali. Nanti kami segera berkoordinasi dengan pihak pihak dinas yang terkait memohon agar segera ada penanganan kepada korban bencana ini. Karena korban ini seorang janda bersama dua orang anak nya, dengan hasil yang minim sangat sulit untuk memperbaiki rumahnya, karena buat sehari hari saja masih kurang. Jelasnya

‎”Jadi kami mohon kepada semua dinas terkait dari pemdes way layap, pemerintah kecamatan, sampai pemda pesawaran, supaya segera uluran bantuan dari sembako hingga perbaiki rumah korban, tegas Rozi.

‎Kemudian dari keterangan korban dan beberapa warga sekitar, menuturkan ” Bahwasanya dari kejadian 15 juni 2025, hingga saat hari Kamis 26 juni 2025 baru dari BPBD kabupaten yang datang untuk memberikan bantuan berupa sembako. Kemudian dari pemerintah desa Way layap, hadir di saat kejadian saja. Untuk bantuan dari pemdes way layap sendiri tidak ada yang di berikan kepada korban, melainkan kalimat “yang sabar, tutur korban.

‎Besar harapan saya kepada semua pihak yang terkait agar segera membantu dan memperbaiki rumah kami, karena itu rumah kami satu-satunya, Ungkapnya dengan nada lesu

‎( Wisda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *