Pesawaran, domainrakyat.com – Melalui investigasi mendalam menemukan fakta mencengangkan bahwa Ibu-ibu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Pesawaran banyak tidak menerima Bantuan yang di gadang-gadang kan Pemerintah. Padahal, dana tersebut seharusnya menjadi penyambung hidup keluarga prasejahtera.
Penyaluran bansos BPNT dan PKH pada Juli 2025 menjadi momen penting bagi jutaan keluarga penerima manfaat di Indonesia.Dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan kemudahan akses informasi secara digital, masyarakat diimbau untuk aktif memantau status bantuan agar tidak ketinggalan pencairan.
Pemerintah terus berupaya agar bantuan ini tepat sasaran dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat prasejahtera.
Namun fakta dilapangan Sejumlah ibu-ibu di pesawaran mengeluhkan kendala pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya mereka terima. Banyak dari mereka mengaku tidak menerima dana tersebut, padahal jadwal pencairan sudah berjalan tetapi bantuan tidak cair atau kosong. Padahal, mereka telah terdaftar sebagai penerima manfaat.
”Saya sudah datang ke bank beberapa kali, tapi katanya belum masuk. Padahal, dana ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak,” ujar HN (45), salah satu penerima PKH di kecamatan Way Khilau.pada Jum’at 25 Juli 2025
Keluhan serupa juga disampaikan oleh para penerima manfaat lainnya. Mereka mempertanyakan penyebab keterlambatan ini dan meminta kejelasan dari pihak terkait. Beberapa ibu bahkan harus bolak-balik ke bank penyalur, namun hasilnya Nihil alias Zonk.
Bukan hanya PKH, bantuan sosial (bansos) lainnya seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga dikeluhkan warga. Beberapa ibu bahkan harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk bolak-balik mengecek ke bank atau E-warung, namun hasilnya Nihil
Bansos Tidak Tersalurkan, Warga Kecewa!
Beberapa ibu-ibu mengaku sudah memeriksa saldo kartu BPNT mereka di e-warong atau ATM Bersama, namun dana bantuan tidak kunjung masuk. Sementara itu, penerima PKH juga mengeluh bahwa bantuan tidak diterima, padahal biasanya bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak.
PKH merupakan bantuan sosial dari pemerintah yang ditujukan untuk keluarga kurang mampu dengan syarat tertentu, seperti memastikan anak tetap bersekolah dan memeriksakan kesehatan ke fasilitas umum. Keterlambatan pencairan dinilai sangat berdampak pada penerima, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Para ibu berharap pemerintah segera menuntaskan masalah ini agar mereka bisa terbantu memanfaatkan bantuan tersebut sesuai kebutuhan.
( Red/Fahmi )
domainrakyat.com