BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, kian menunjukkan penurunan signifikan dari bulan ke bulan. Kondisi ini memantik keprihatinan para pedagang, menyusul masih kuatnya dampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi dan kambing.
Pantauan awak media di lokasi pada Jumat (06/02/2026) sekitar pukul 09.29–09.30 WIB, suasana pasar terlihat tetap berjalan, namun jumlah pembeli dan transaksi dinilai jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang sapi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sejak merebaknya PMK, banyak ternak yang mati dan kepercayaan pembeli ikut merosot. Bahkan, pedagang dari wilayah barat Banyuwangi seperti Jember, Bondowoso hingga Jombang disebut mulai enggan masuk ke pasar tersebut.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Mantri Pasar Hewan Karangharjo, Habibi. Ia menyatakan bahwa situasi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun lalu dan bahkan dinilai lebih parah dari sebelumnya.
“Sekarang ini memang beda dengan tahun kemarin, malah lebih parah. Penjualan menurun drastis. Kasihan juga para penjual sapi dan kambing, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah hukum alam, kita terima saja,” imbuh Habibi.
Lesunya pasar hewan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk kembali mengevaluasi langkah penanganan PMK serta upaya pemulihan kepercayaan pedagang dan pembeli ternak di wilayah Banyuwangi.
(Dra).





