LABUHANBATU,DomainRakyat.Com
Nama Ustad Ridwan Malik, mubaligh asal Kualuh Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, kian mencuri perhatian publik. Pada momentum peringatan Isra Mi’raj tahun ini, jadwal tausiah beliau nyaris tak pernah kosong. Undangan berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari Bagan Batu, Riau, hingga desa-desa terpencil dan wilayah pinggiran.
Bukan tipe pendakwah yang hanya tampil di panggung besar, Ustad Ridwan Malik justru dikenal dengan gaya dakwah blusukan. Ia memilih turun langsung ke tengah masyarakat, menjangkau dusun-dusun pelosok, daerah pesisir, hingga lintas pulau. Medan berat tak menjadi alasan untuk berhenti berdakwah—jalan terjal, sungai yang harus diseberangi, hingga hutan yang harus dilalui telah menjadi bagian dari perjalanan dakwahnya.
Perjalanan menuju lokasi tausiah kerap memakan waktu lebih dari enam jam.
Namun kelelahan seolah tak pernah terlihat. Dengan semangat yang konsisten, Ustad Ridwan Malik hadir membawa pesan-pesan keislaman yang menyejukkan dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Daya tarik utama Ustad Ridwan Malik terletak pada gaya ceramahnya yang santai, komunikatif, dan kerap diselingi humor segar.
Kepribadiannya yang ramah dan rendah hati membuat jamaah merasa dekat. Mimik wajah khas serta gaya bicara yang apa adanya menjadikan tausiah tidak terasa kaku, namun tetap sarat makna dan nilai spiritual.
Dalam setiap kesempatan, Ustad Ridwan Malik selalu menekankan pentingnya salat lima waktu dan memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah yang ia sampaikan bukan sekadar nasihat, melainkan ajakan nyata untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT.
Kini, kiprah dakwah Ustad Ridwan Malik telah menjangkau berbagai wilayah di Sumatera, dari daerah pinggiran hingga Batam. Bahkan, undangan tausiah dari Pulau Jawa pun mulai berdatangan. Konsistensi dan ketulusan dalam berdakwah menjadikan Ustad Ridwan Malik sebagai sosok pendakwah yang dicintai masyarakat lintas daerah. (Kaperwil Redaksi Jawa Barat : Bambang Saputro,ST.,Gr)
