Kolaka, Domainrakyat.com – Bupati Kolaka sambut kunker Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Immanuel Ebenezer Gerungan, S.Sos., yang tiba di Bandara Sangia Nibandera pada Minggu (15/06). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda nasional dalam rangka evaluasi serta penguatan program ketenagakerjaan di wilayah timur Indonesia.
Kedatangan Wamen Ketenagakerjaan disambut hangat oleh Bupati Kolaka, H. Amri, S.STP., M.Si., bersama Anggota DPR-RI H. Ahmad Safei, SH., MH., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Amri menyatakan apresiasi atas kunjungan ini yang dinilai membawa angin segar bagi pembangunan sektor ketenagakerjaan di Kolaka. “Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran Wakil Menteri di tengah-tengah kami. Semoga ini menjadi langkah awal sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah dalam hal ketenagakerjaan,” ujarnya.
Bahas Strategi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kolaka menyampaikan sejumlah isu strategis, termasuk perlunya peningkatan pelatihan vokasi, penciptaan lapangan kerja baru, serta perlindungan tenaga kerja di sektor informal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia industri untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.
Wamenaker pun menyambut baik aspirasi tersebut. Menurutnya, Kolaka memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor ketenagakerjaan, khususnya di bidang pertambangan dan kelautan. Ia berjanji akan mengupayakan program-program kementerian agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Langkah Awal Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal dari kolaborasi konkret antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam menciptakan solusi atas berbagai tantangan ketenagakerjaan. Bupati Kolaka sambut kunker Wamenaker sebagai momen penting dalam membangun komitmen bersama untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sektor ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.






