News

Bobby Nasution Minta Laporan Penghina Keluarga Dihentikan demi Persatuan

7
Bobby Nasution Minta Laporan

Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution Minta Laporan terhadap pria yang diduga menghina istrinya, Kahiyang Ayu, serta mertuanya, Presiden Joko Widodo, melalui video viral di media sosial dihentikan. Imbauan ini disampaikan menyusul polemik seputar empat pulau yang sebelumnya disengketakan antara Aceh dan Sumatera Utara.

Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (17/6/2025), Bobby menegaskan bahwa permintaannya tersebut disampaikan atas nama pribadi dan jabatan. Ia berharap situasi tidak semakin memanas akibat narasi yang memecah belah masyarakat, khususnya antarprovinsi.

“Sebagai Gubernur Sumatera Utara, saya meminta laporan terhadap masyarakat Aceh atau pihak terkait lainnya agar dihentikan. Ini demi menjaga keharmonisan antardaerah,” kata Bobby dengan tegas.

Baca Juga:

Imbauan Demi Kepentingan Bangsa

Bobby menekankan bahwa isu yang berkembang saat ini tidak seharusnya dibawa ke ranah konflik horizontal. Ia mengingatkan bahwa Aceh dan Sumatera Utara adalah provinsi bertetangga yang harus menjunjung semangat persatuan.

“Ini bukan hanya masalah batas wilayah. Ini tentang menjaga keutuhan bangsa. Jangan sampai kita terprovokasi oleh konten yang menyudutkan pihak mana pun,” ujarnya.

Klarifikasi Soal Empat Pulau

Terkait status empat pulau yang sebelumnya menjadi perdebatan, Bobby menyebutkan bahwa berdasarkan dokumen resmi dan peta topografi tahun 1978, pulau-pulau tersebut memang berada dalam wilayah administrasi Aceh. Ia dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah menandatangani kesepakatan yang memperjelas batas wilayah tersebut.

“Pulau Panjang, Pulau Lipan, Mangkir Besar, dan Mangkir Kecil tercatat dalam peta topografi 1978 yang sudah digunakan sejak tahun 1992. Maka, secara hukum dan sejarah, keempat pulau itu masuk Aceh,” jelas Bobby.

Fokus ke Masa Depan dan Persatuan Nasional

Bobby juga menyampaikan bahwa ia tidak memiliki kepentingan pribadi dalam masalah ini karena saat peta tersebut ditetapkan, ia belum menjabat dalam pemerintahan.

“Pada 1992, saya masih balita. Tahun 2008 masih di bangku SMA. Baru tahun ini, saya menandatangani sebagai Gubernur,” tambahnya.

Mengakhiri konferensi pers, Bobby mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto dan seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan sengketa batas wilayah secara damai dan cepat.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan semua pihak. Kita bisa selesaikan ini dengan kepala dingin, demi bangsa yang bersatu,” pungkasnya.

Dengan imbauan ini, Bobby Nasution minta laporan tersebut dihentikan agar tidak menimbulkan gesekan sosial yang lebih luas.

Exit mobile version