Scroll untuk baca artikel
NewsTimur Tengah

Perang Dunia Masih Jauh, Meski AS Bantu Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran

×

Perang Dunia Masih Jauh, Meski AS Bantu Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran

Sebarkan artikel ini
perang dunia
Ilustrasi (Foto: historyfacts.com)

JAKARTA – Meski ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat (AS) membantu Israel menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, kemungkinan terjadinya perang dunia masih dianggap jauh. Hal ini disampaikan oleh pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman.

Dina menjelaskan bahwa serangan udara yang dilakukan AS ke fasilitas Isfahan, Natanz, dan Fordow pada Sabtu (21/6/2025) bersifat terbatas dan lebih simbolis. Ia meyakini, dalam waktu dekat ini, negara sekutu Iran seperti Rusia dan China belum menunjukkan indikasi keterlibatan langsung.

“Kalau melihat kondisi saat ini, masih jauh dari kemungkinan meletusnya perang dunia. Baik Rusia maupun China belum terlihat mengambil langkah signifikan untuk mendukung Iran secara militer,” ujar Dina saat diwawancarai pada Senin (23/6/2025).

BACA JUGA:  Idul Fitri 1447 H, Kapolres Murung Raya Serukan Kebersamaan Jaga Kamtibmas

Lebih lanjut, Dina memandang tindakan Presiden AS Donald Trump sebagai strategi politik untuk menyeimbangkan tekanan dari dalam negeri dan luar. Di satu sisi, banyak warga AS menolak keterlibatan dalam perang besar, sementara di sisi lain, tekanan politik menuntut sikap tegas terhadap Iran.

Iran sendiri dikabarkan telah mengevakuasi material nuklir dan staf sebelum serangan terjadi. Tidak ada laporan kerusakan besar. “Foto-foto yang beredar juga tidak menunjukkan kehancuran signifikan. Iran justru tetap tenang dan fokus menyerang Israel, bukan AS,” terang Dina.

BACA JUGA:  Wawako Pimpin Rapat Persiapan MTQ XVIII Kota Lubuk Linggau 2026

AS pun diyakini berhitung matang, mengingat keterlibatan dalam perang besar dapat membebani ekonomi serta membahayakan lebih dari 5.000 tentara AS yang tersebar di pangkalan militer di Timur Tengah. Negara-negara Teluk sebagai tuan rumah pangkalan militer juga diperkirakan tidak ingin wilayahnya menjadi target balasan Iran.

“Kalau sampai Iran menyerang pangkalan di negara-negara Teluk, dampaknya bukan hanya politik, tapi juga ekonomi—turis akan menghindar, penerbangan ditutup, investasi terganggu,” jelasnya.

Konflik ini bermula dari serangan Israel pada 13 Juni 2025 yang menyasar perumahan dan fasilitas nuklir Iran. Sebagai balasan, Iran menyerang fasilitas ekonomi Israel sehari setelahnya. Ketika AS turun tangan mendukung Israel, banyak pihak khawatir akan meluas menjadi konflik global.

BACA JUGA:  Festival Ramadan Fair 2026 Resmi Ditutup, Wadah Silaturahmi dan Kreativitas Masyarakat

Namun hingga saat ini, menurut pengamatan Dina Sulaeman, kondisi belum mengarah pada skala besar yang bisa memicu perang dunia. Ia menekankan pentingnya semua pihak menahan diri demi stabilitas kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!