Scroll untuk baca artikel
News

OPM Lakukan Aksi Brutal: Bakar Fasilitas Negara, Kiwirok Gelap Total

5
×

OPM Lakukan Aksi Brutal: Bakar Fasilitas Negara, Kiwirok Gelap Total

Sebarkan artikel ini
OPM Lakukan Aksi Brutal
Tentara separatis TPNPB-OPM pelaku penembakan pesawat di Kabupaten Puncak, Jumat (14/4/2023). |(Foto: dok.Republika)

KIWIROK — Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi warga Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, berubah menjadi malam teror dan kehancuran. Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XV Ngalum Kupel kembali OPM Lakukan Aksi Brutal yang melukai hati masyarakat.

Pada Sabtu malam (11/10/2025), kelompok tersebut secara sengaja membakar fasilitas pemerintahan dan memutuskan seluruh aliran listrik, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total dan menyebarkan ketakutan yang mendalam di kalangan warga sipil.

Insiden keji ini berlangsung saat sebagian besar warga telah tertidur pulas. Sekelompok orang bersenjata dengan leluasa memasuki kawasan pemerintahan.

Target utama mereka adalah melumpuhkan fungsi administrasi dan pelayanan publik. Sejumlah bangunan penting, termasuk kantor distrik dan gudang logistik—yang merupakan pusat penyaluran bantuan esensial bagi masyarakat—hangus dilalap api.

Tidak hanya infrastruktur fisik, kelompok ini juga dengan tega merusak instalasi listrik, memutus aliran daya, dan menjerumuskan seluruh wilayah Kiwirok ke dalam kegelapan yang mencekam.

Tindakan Barbar Merusak Sesama Orang Papua

Kekejaman ini mengundang reaksi emosional dari tokoh masyarakat Kiwirok. Yulianus Wanimbo mengungkapkan rasa kecewa dan kesedihan yang tak tertahankan. Ia menilai tindakan OPM ini sebagai pengkhianatan terhadap tujuan yang mereka gaungkan.

“Apa yang mereka lakukan sudah bukan lagi perjuangan, tetapi perusakan dan penindasan terhadap sesama orang Papua sendiri. Kami warga Kiwirok sangat menderita, karena tanpa listrik dan fasilitas pemerintahan, kami tidak bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa,” ujarnya .

Menurut keterangan dari aparat keamanan setempat, aksi teror ini diduga kuat sebagai bentuk pelampiasan frustrasi. Kelompok Separatis Melancarkan Serangan setelah serangkaian operasi tegas oleh aparat di wilayah Pegunungan Bintang berhasil mempersempit ruang gerak Kodap XV Ngalum Kupel.

Kelompok yang selama ini dikenal aktif dalam aksi sabotase dan teror tersebut tampaknya ingin mengirimkan pesan ancaman kepada pemerintah dengan menghancurkan fasilitas vital yang sejatinya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Pendeta Marthen Mabel, tokoh agama setempat, turut mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai bahwa kekerasan ini adalah tindakan yang tidak hanya merugikan masyarakat secara materiil, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang dijunjung tinggi.

“Kekerasan bukan jalan menuju kebebasan. Dengan membakar fasilitas umum, mereka justru menghancurkan masa depan anak-anak Papua yang seharusnya mendapatkan pendidikan dan pelayanan yang layak,” ujar Pendeta Marthen dalam pernyataannya.

Tindakan keji ini menunjukkan bahwa OPM Lakukan Aksi Brutal yang semakin jauh menyimpang dari kepentingan rakyat, berbalik merugikan dan menghancurkan fasilitas yang dibangun untuk kesejahteraan bersama di Kiwirok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *