Scroll untuk baca artikel
News

Satu Lagi Terungkap dari Dasar Selat Bali: Misteri Jenazah Ketiga Muncul Saat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Diangkat

91
×

Satu Lagi Terungkap dari Dasar Selat Bali: Misteri Jenazah Ketiga Muncul Saat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Diangkat

Sebarkan artikel ini

DOMAINRAKYAT.COM –

Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali kembali mengungkap fakta memilukan. Sesosok jenazah yang diduga kuat merupakan korban kecelakaan kapal tersebut ditemukan di pesisir pantai Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), wilayah Gilimanuk, Bali, pada Rabu pagi (4/2/2026). Temuan ini menjadi jenazah ketiga yang muncul ke permukaan sejak operasi evakuasi bangkai kapal dimulai.

Jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh, diduga kuat akibat proses alam serta ganasnya arus laut Selat Bali yang dikenal memiliki pergerakan bawah laut sangat kuat. Kondisi tersebut membuat identifikasi awal belum dapat dilakukan di lokasi penemuan.

Baca Juga:

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang melintas di kawasan pantai.

“Jenazah ditemukan tergeletak di bibir pantai oleh seorang warga bernama Rahmawati sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah itu, yang bersangkutan langsung melaporkan temuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk,” ungkap Kompol Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Mendapatkan laporan dari warga, aparat kepolisian bersama tim gabungan dari unsur TNI, Basarnas, dan instansi terkait di wilayah Bali segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dipastikan bahwa temuan tersebut merupakan jenazah manusia, proses evakuasi langsung dilakukan dengan prosedur yang ketat.

“Jenazah sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Negara untuk dilakukan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini kami masih menunggu informasi resmi dari pihak rumah sakit terkait kondisi dan kemungkinan identifikasi,” imbuh Wahyudi.

Temuan jenazah ini menambah daftar korban yang muncul seiring berlangsungnya proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dari dasar Selat Bali. Sebelumnya, dua jenazah telah ditemukan lebih dulu pada Senin (1/2/2026). Jenazah pertama berhasil diidentifikasi sebagai I Wayan Teja Setiawan alias Wawan. Proses identifikasi berjalan relatif cepat karena jenazah masih mengenakan celana dan ditemukan dompet serta ponsel yang memuat identitas korban.

Sementara itu, jenazah kedua hingga kini belum diketahui identitasnya dan masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang. Kondisi jenazah yang tidak lengkap menjadi salah satu kendala utama dalam proses identifikasi.

Kompol Wahyudi tidak menampik bahwa proses pengangkatan bangkai kapal berpotensi besar memunculkan jenazah lain yang sebelumnya terperangkap di sekitar bangkai kapal atau dasar laut. Faktor arus bawah laut Selat Bali yang kuat dan dinamis turut memengaruhi pergerakan benda maupun korban di dasar perairan.

“Proses pengangkatan bangkai kapal memungkinkan jenazah ikut terangkat ke permukaan. Ditambah lagi arus bawah laut Selat Bali cukup kuat, sehingga posisi jenazah bisa berpindah-pindah,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperluas patroli laut dan memperketat pemantauan di sepanjang perairan Selat Bali hingga pesisir yang berpotensi menjadi lokasi terdamparnya korban.

“Kami tingkatkan mobilitas dan kesiapan evakuasi. Patroli diperluas agar setiap kemunculan jenazah dapat segera terdeteksi dan dievakuasi dengan cepat serta ditangani secara humanis,” tegas Wahyudi.

Hingga saat ini, proses evakuasi bangkai kapal dan pencarian korban masih terus berlangsung. Aparat gabungan berharap tidak ada lagi korban yang muncul, namun tetap menyiapkan langkah cepat sebagai bentuk antisipasi. Tragedi ini menjadi pengingat betapa beratnya dampak kecelakaan laut, sekaligus menjadi duka mendalam bagi keluarga korban yang masih menanti kepastian nasib orang-orang tercinta.

(Dra).

error: Content is protected !!