Scroll untuk baca artikel
News

Usai Safari Jumat, Wali Kota Lubuk Linggau Melayat Dua Bocah Korban Tenggelam

Avatar photo
59
×

Usai Safari Jumat, Wali Kota Lubuk Linggau Melayat Dua Bocah Korban Tenggelam

Sebarkan artikel ini

Domainrakyat.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, melaksanakan Safari Jumat di Masjid Al Marahama yang berlokasi di Jalan Padat Karya RT 02 No. 31, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (6/2/2026).

 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Safari Jumat merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Lubuk Linggau dalam rangka memberikan perhatian dan bantuan kepada masjid-masjid yang ada di wilayah kota.

Baca Juga:

 

“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi di Masjid Al Marahama. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkot untuk membantu dan mendukung masjid-masjid di Kota Lubuk Linggau,” ujarnya.

 

Ia juga menyebutkan bahwa Masjid Al Marahama merupakan salah satu masjid tertua di Kota Lubuk Linggau. Terkait bantuan sosial keagamaan, Pemkot telah melakukan evaluasi terhadap penerima insentif pengurus jenazah agar tepat sasaran, yakni benar-benar mereka yang aktif mengurus jenazah di masyarakat. Selain itu, jumlah penerima insentif guru ngaji juga ditambah dengan kriteria guru ngaji yang telah tersertifikasi.

 

Ke depan, Pemkot Lubuk Linggau juga merencanakan pembangunan kampung budaya atau homestay di kawasan tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai tujuan wisata, sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

Usai kegiatan Safari Jumat, Wali Kota Lubuk Linggau melanjutkan agenda dengan melayat ke rumah duka dua bocah yang meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di kolam penampungan milik warga di Jalan Melati 4, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

 

Kedua korban diketahui bernama Azhar berusia 7 tahun dan Beni berusia 9 tahun. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban berenang bersama teman-temannya di kolam penampungan air tersebut.

 

Dari empat bocah yang berenang, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua korban lainnya tidak tertolong.

 

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.tutup nya (Alisodikin)

error: Content is protected !!