Scroll untuk baca artikel
HiburanNews

Polling dan Wawancara imajener: Dunia Wayang Borneota, Realitas dan “Roh”

Avatar photo
64
×

Polling dan Wawancara imajener: Dunia Wayang Borneota, Realitas dan “Roh”

Sebarkan artikel ini

 Rabu 11 -2-2026 hari mimpimu terwujud. hari bersejarah penuh keberlimpahan makna dan dana  bagi candradimuka imajener  barlabel AntiSuna, bagai ibarat dunia wayang ada negara Astina di lakon Katoprak wayang Orang Banjar. Bandar masihkah Borenneo  Selat Tan mengingat ada agenda pemilihan Punggawa Ratu dan juru catat senitor di  Kalimantan, Borneo Selatan.

Opini  ini sebagai bagian mewarnai keberpihakan ilmiah, walau tampil narasi meta ilmiah di dalam uraiannya, nanti terhadap kecenderungan umum pemilih terhadap  ketua dan sekretaris senator dimaksudkan.

Narasi “polling” imajener terhadap “roh” keberpihakan pada anggota punggawa ratu, senator yang tidak diktator, untuk mencari sosok ideal di antara sejumlah tokoh kunci calon ketua dan sekretaris untuk menjadi ketua senat periode 2025-2029.

Secara umum para senator akan mengerucutkan tokoh kunci calon ketua dan sekretaris menjadi 4 orang terdiri dari dua pasang, misalnya ini prediksi dua faksi ideal; kubu faksi Istana Antisina, kerajaan wayang Borneota  Bratata  Yayudhadha   yang berada dibalik bayang-bayang  imajener  sang reaktor, yang di atas lagi ada bayangan besar menjulang.   Ada sosok misterius yang roh jabatannya masih menggelinjang membidik dan membisiki orang-orang senator, agar berpihak pada kekuatan sebuah rezim bayangan. Roh itu bergentayangan secara digital, menebar SMS voice and mail box ke anggota senator.

Muncul dua faksi, yakni faksi status Que di belakang Roh Pembayang dengan kubu faksi Reels Inovatif denga kekuatan hampir imbang.

Wawancara  dan polling imajener diarahkan untuk menggiring calon tunggal sepasang, namun kubu akiyuta faksi inovatif memunculkan sosok pendobrak sepasang duet “hebat” pahlawan “roh Anta Rabbi Ana Khalaqtani”.

Siapa sosok itu, ada inisial simbolik FaTiRa berpasang dengan ZuJi sama profesor dari label produk tua dan setengah tua. Dari polling alam sebelah (alam gaib) pasangan ini menjadi pemegang stempel warisan kubu ketua senator  dan rektor dua periode sebelum Nida sekarang.

Pasangan kedua, faksi Inovatif ada inisial anominus, Jalu berpasangan dengan anominus Aci yang menjadi kubu vs kuasa rektorat sekarang. Mengerucutkan calon itu memudahkan wawancara polling-nya.

Metodologi yang digunakan model meta-statistik volume, dengan sampling error 05 non prediktif dan error 97 minus. Derajat kesahihan, Z. Ketidakseriusan Zero dan main-main-Nihil plus atau hipotesis nol.

Ketokohan dikesampingkan, kreteria dikesampingkan, karena itu bagian polling kualitatif.

Sampling dari populasi 51 kali 100 bagi 5 faksi kecil ( faku,  fasya hijau, ekofatronis, tar-tar dan dadaku) didapat 11 kluster sampel dengan asumsi 2 senator per-fakultas  ada 10, satu orang independen plus berjumlah 11 sampel. Atau 51 populasi dengan 20 prosen sampel, jumlah sebanyak 20,020 prosen. Berarti ada 11 responden yang di-polling, dan klasifikasi imajiner memenuhi syarat tulisan imajener.

Dari data polling sampel, jelas menunjukan kekuatan kubu aliansi faksi bayangan status Que,  yang bisa mendapatkan suara 6 point sama dengan 50 prosen plus 1. Dari pemetaan keterwakilan, yakni wakil kekuasaan, wakil rektoriat-fakultatis, wakil senatoria, wakil bayang-bayang, wakil jebakan Batman, wakil tak berpendirian. Jumah 6 mengalahkan faksi inovasi yang terwakili oleh kekuatan;  non-kuasa, akademia, idealitas, sejati,  mandiri dapat 5 point.

Analisis meta-statistik loss-police, dapat dibawa pada wawancara di luar polling pada narasi berikut:

Satu point cukup memberikan kekuatan perlawanan. Namun kekuatan pro-bayangan lebih kuat daripada yang prediksi  dibayangkan.

Sampling polling ini diprediksi (bulak-balik) andai  berubah; berarti,  ada kuasa Langit dan kuasa takdir(takdir terbalik); sudah saatnya pemenang  penyeimbang bangkit mendobrak bukan meng-gerobak. Faksi inovasi bersumbangsih pada kearifan baru. bukan kearifan semu dan “bau”.

Analisis point pemenang polling imajener ada pada kubu meta kuasa bayang-bayang dalam wayang. Sutradara membuat pemain baru dalam dunia senata sehingga para Kurawa bisa tersandera oleh kekuatan kasat mata di dunia akademika.

Perpanjangan dunia lakon, Kurawa dan Pendawa pewayangan sepertiga kekuatan malam makin seru, perang meta-bayangan menghantui kebijakan lanjut tri-periodisasi leader tanpa top-leader. Kebijakan tunggal bayangan akan terjadi. Menurut pemberitaan info  perwakilan “roh” inovatif.

Roh bayangan yang memenangkan gerilya politik senator, dengan mendudukkan ketua FaTira, sekretaris  Zuji. Roh keduanya diwawancari dan diangkat sebagai representasi kemenangan mereka berargumentasi bahwa roda pedati berada dalam putaran kuadrat atas. Jadi menimbulkan kuasa bayangan tetap jadi hidden agenda.

Kuasa bayangan jangan sampai kalah dalam situs algoritma politik kampus. Menurut mereka politik itu bisa berwajah dua sisi, full licik, full rakus, atau sebaliknya politik itu panggung-panggung yang terhampar luas, terserah mau bermain ketoprak, stand up komedi, konser musik, dangdut atau bahkan koplo. Tergantung obat penenang sang sutradara sekaligus penulis skenario.

Kuasa yang pernah dinikmati jangan pudar, minimal masih ada “gula-gula cokelat” dari koe kekuasan mereka nikmati, sebagian walaupun sudah ada semut di dalamnya, koe kuasa tetap sebuah kelezatan yang bisa menggeser idealitas, zora rasio akademik demi kuasa pembayang. Berbagi sisa-sisa manis itu, dianggap lebih manis daripada koe yang sesungguhnya.

Kekalahan tidak terlalu telak bagi kubu Inovatif, karena dibalik kekalahan ada imajinasi baru harapan besar ada kemenangan tersembunyi. Kemenangan yang tertunda. Proses perang tanpa senjata, hanya bermodal “bambu” tak berbayang.Bambu asli kemanunggalan bahwa takdir besar itu, suatu saat akan dikalahkan oleh takdir-takdir kecil yang kukuh kokoh dan tak terbendung, dalam hikmat doa, ikhtiar langit, kasab-qadha  (tenaga tak berbatas pada hanya sekadar kuasa bumi dan nisbi).

Kekalahan kecil menuju kemenangan besar, dalam pertarungan serial imajinasi reels akan terwujud pada babak berikutnya. Minimal dalam penyuara kebenaran dicatat oleh langit, sebagai rintihan kelompok tertindas oleh penindas.

Wawancara terhadap roh penggerak gagasan, tetap optimis di atas langit masih ada awan penentu, di atas segala  Ketentuan Mutlak.

Roh-roh Sengkuni yang membelot kemana “timbulnya” koe kuasa dan machiavelli-us juga bermain-main  “es-cool” yang selalu mencair manakala diberi sedikit imbalan terselubung, supaya mengalihkan suara ke kubu bayang-bayang status Que. Realitas dibalik realitas selalu terjadi manakala meta-hasrat itu lebih kuasa daripada sekadar logika yang memenuhi rongga syahwat.

Wawancara kepada roh-roh kelompok partisan, lembaga senata menjadi pelengkap kuasa, bukan pelengkap penyempurna. Mereka menganggap sehebat apapun ketua Punggawa dan jurutik, serta anggota hanya mampu berteriak di balik deburan ombak, bahkan kalah oleh angin semilir dengan duduk manis jadi pejabat struktural di lingkup rektoriat, dekaniat atau lembaga unit terbawah sekalipun.

Teori baru bayangan muncul, sekolah akademia itu sebagai miniatur pertunjukan. Tergantung skop besar kecilnya, lama pendeknya durasi. Dan, terpenting sang sutradara, ikut jadi pemain atau memainkan peran ganda protagonis sekaligus antagonis . Andai ibarat pertunjukan,  kampus itu bermain stand up komedi, sutradara jangan hanya bikin lelucon, dia sendiri adalah pelawaknya dan bisa tertawa sendiri, bukan mentertawakan orang lain tapi mentertawakan, sesuatu yang tidak lucu.

Wawancara terakhir kepada responden bayangan dan sang Srikandi  terbayang, mereka bahagia, merayakan kemenangan dengan segelas anggur pink orange sebagai tanda kemenangan lunturnya peradaban kesunyataan dibalik kenyataan. Jawabannya mereka yang bikin terhenyak,  dan yang menghentak,” dunia  bilik kawah candradimuka pertapaan ini milik kita berdua.Ibarat dalam sebuah media transportasi, mereka pemilik dunia  berdua, supir bajaj, taksi apalagi tukang Beca, adalah “perisai bumper”  depan-belakang. Walaupun mereka berada di dalamnya.

Mereka di luar kita adalah pembantu yang kita atur, bila tidak taat aturan, akan diturunkan.Mereka yang bisa kita dibina lanjut, kalau tidak bisa dibina, ya dibinasakan.

Kuasa bayangan adalah kengerian baru, dalam tataran imajinasi. Seluruh akal sehat akan berubah drastis manakala bayangan menghidupkan diri dengan sosok pembayang baru. Kembaran bayangan sebagai dua kekuatan bersatu, ya tetap satu. Satunya lagi ya tetap bayangan. Jawaban roh imajener kuasa bayangan menjadi sesuatu yang tidak patut diperagakan baik dalam dunia reels apalagi dalam dunia agama yang di dalamnya ada kawah candradimuka “beragama”. Tulisan kolom tidak mewakili siapapun.Penulis Abdul Sani kolomnis wartawan redaktur.

Tulisan bersifat fiktif imajinatif andai ada kesamaan lakon dan anominus itu memenuhi standar minimun  imajiner tokoh narasi.

 

 

 

 

 

BACA JUGA:  Tekab 308 Presisi Polsek Padang Cermin Ungkap Penggelapan Modus Pinjam Motor, Pelaku Diburu
error: Content is protected !!