BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2026 pada 8 Maret menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa perjuangan perempuan dalam memperoleh hak yang utuh dan keadilan yang nyata masih terus berlangsung. Tema global tahun ini, “Rights. Justice.”, menegaskan bahwa hak perempuan adalah bagian dari hak asasi manusia yang tidak boleh diabaikan.
Fakta global menunjukkan sekitar 35 persen perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik maupun seksual. Di Indonesia sendiri, kasus kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga diskriminasi di lingkungan kerja.
Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Banyuwangi, Indah Razak, A.Md, menegaskan bahwa Hari Perempuan Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk dihormati, dilindungi, dan diberi kesempatan yang setara.
“Perempuan bukan hanya pihak yang harus dilindungi, tetapi juga memiliki kekuatan dan kapasitas untuk menjadi pemimpin, penggerak perubahan, dan penentu masa depan,” ujar Indah Razak.
Menurutnya, perempuan di Banyuwangi telah banyak berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan. Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Ia berharap momentum Hari Perempuan Sedunia dapat memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara. “Ketika perempuan maju dan diberi ruang yang sama, maka masyarakat dan bangsa juga akan ikut maju,” tegasnya






